Disbunnak Kalsel Tingkatkan Mitigasi Kesehatan Hewan Ternak

Disbunnak Kalsel tingkatkan langkah mitigasi kesehatan hewan ternak akibat kekeringan dan kabut asap.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Media Indonesia

ZONAUTARA.com – Musim kemarau panjang yang memicu kekeringan serta kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah mulai mempengaruhi kesehatan serta ketersediaan pakan hewan ternak di Provinsi Kalimantan Selatan. Menanggapi situasi ini, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan kini mengintensifkan langkah mitigasi di 13 kabupaten/kota.

Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi, menginformasikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan tentang kasus kematian ternak maupun kejadian luar biasa (KLB) yang disebabkan oleh cuaca ekstrem tersebut. “Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya kasus kematian maupun kejadian luar biasa (KLB) gangguan kesehatan ternak akibat kekeringan dan kabut asap. Tetapi langkah mitigasi harus kita ambil,” kata Suparmi pada Minggu (4/10).

Peningkatan suhu lingkungan dan paparan kabut asap pekat berpotensi mengganggu kondisi fisiologis ternak. Dampak yang diantisipasi antara lain penurunan nafsu makan, dehidrasi, stres panas, serta penurunan laju pertumbuhan dan produksi telur, terutama pada unggas. Selain itu, partikel debu dan abu dari karhutla dapat mengiritasi saluran pernapasan ternak hingga menimbulkan peradangan paru-paru. Kondisi fisik yang lemah akibat kekurangan pakan dan air berkualitas juga membuat ternak lebih rentan terhadap infeksi sekunder.

“Langkah kewaspadaan ini sangat krusial mengingat Kalimantan Selatan menopang populasi komoditas strategis hewani yang sangat besar,” tambah Suparmi. Disbunnak Kalsel telah mengeluarkan sejumlah imbauan teknis kepada para peternak dan terus menyiagakan pengawasan terpadu yang melibatkan dinas di tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga petugas medik veteriner di lapangan.

Kalimantan Selatan memiliki populasi ternak yang signifikan, dengan Kabupaten Tanah Laut sebagai sentra utama. Pemerintah juga tengah mengembangkan Program SITI HAWA LARI (Sistem Integrasi Itik di Lahan Rawa dan Lahan Kering) untuk memperkuat ketahanan pangan hewani di tengah tantangan iklim.




Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com