ZONAUTARA.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Provinsi Riau melaporkan adanya lonjakan signifikan titik panas di Pulau Sumatera. Pada Selasa (13/10/2026), jumlah titik panas mencapai 3.663, meningkat dari 2.440 titik yang terpantau sehari sebelumnya. Data ini diperbarui hingga pukul 07.00 WIB.
Salah satu wilayah dengan kontribusi titik panas tertinggi adalah Sumatera Selatan, mencapai 2.559 titik. “Selain Sumatera Selatan, titik panas cukup tinggi juga terpantau di Lampung sebanyak 471 titik, Jambi (326), dan Bangka Belitung (287),” jelas Prakirawan BMKG Pekanbaru, Gita Dewi S.
Beberapa wilayah di Sumatera lainnya juga terpantau memiliki titik panas, di antaranya Bengkulu dengan 15 titik dan Riau dengan empat titik. Sebaran titik panas di Riau meliputi Inderagiri Hilir (2), serta masing-masing satu titik di Pelalawan dan Siak.
Kondisi titik panas yang meningkat ini mengakibatkan kabut asap tebal di Provinsi Riau, yang berdampak pada kualitas udara. Konsentrasi partikulat dalam Indeks Standar Pencemaran Udara tercatat masuk dalam kategori tidak sehat.
BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap dampak kesehatan dari kondisi ini, khususnya pada sistem pernapasan. “Kami mengimbau untuk sobat memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat,” tambah Gita Dewi.
Kondisi ini juga menyebabkan 12 penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru mengalami penundaan, meliputi enam keberangkatan dan enam kedatangan. Sementara itu, hanya empat penerbangan yang masih tepat waktu, masing-masing dua untuk keberangkatan dan kedatangan.
Diolah dari laporan Antara – Top News.

