ZONAUTARA.com – Arab Saudi kembali menghadapi serangan rudal dan drone pada Senin (12/10/2026), di tengah meningkatnya konflik dengan kelompok Houthi Yaman. Serangan ini menyebabkan sebagian wilayah udara Arab Saudi ditutup dan operasional penerbangan di Riyadh terganggu. Mengutip Reuters, sejak Sabtu, Houthi yang bersekutu dengan Iran, mengklaim bertanggung jawab atas serangan rudal di terminal keberangkatan bandara Riyadh.
Menurut laporan AFP, Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) menyatakan perpanjangan penghentian operasional di Bandara Internasional King Khalid diperlukan demi memverifikasi keselamatan fasilitas dan kesiapan operasionalnya. Seorang sumber di bidang penerbangan mengungkapkan bahwa operasional ditangguhkan setidaknya hingga Kamis.
“Mereka memberi tahu kami bahwa penangguhan ini akan berlangsung setidaknya hingga hari Kamis. Tidak ada penerbangan hingga akhir pekan,” ujar sumber tersebut kepada AFP.
Situasi ini menambah tekanan terhadap Saudi yang terlibat dalam perang saudara Yaman. Riyadh berusaha memukul mundur Houthi dari Selat Bab el-Mandeb dan mencegah pengaruh mereka meluas. Iran menawarkan untuk memediasi konflik ini, namun serangan udara Saudi terhadap Houthi terus berlanjut, dilaporkan menghantam Provinsi Al-Jawf.
Pada Senin, Uni Emirat Arab menyerukan peningkatan koordinasi keamanan dan pertahanan di antara negara-negara Teluk. Menurut Anwar Gargash, Penasihat Presiden UEA, serangan terhadap Saudi juga mengancam keamanan kawasan Teluk secara keseluruhan.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

