ZONAUTARA.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memimpin langsung Misi Dagang dan Investasi antara Jawa Timur dan Provinsi Aceh yang berlangsung di Amel Hotel Convention Hall, Kota Banda Aceh. Acara ini mencatat transaksi perdagangan senilai Rp 1,218 triliun, mencakup penjualan produk dari Jawa Timur sebesar Rp 1.044.828.522.000 dan pembelian oleh pelaku usaha Jawa Timur sebesar Rp 173.880.000.000.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 pelaku usaha dari Jawa Timur dan 109 pelaku usaha dari Aceh, serta mempertemukan berbagai komoditas dari produk pertanian, perkebunan, pangan, perikanan, fesyen, kerajinan hingga manufaktur. Jawa Timur menawarkan produk-produk seperti susu, benih hortikultura, daging unggas, rokok, kain sutera, dan katun, sedangkan pembelian dari Aceh meliputi ikan cakalang, tuna, dan pinang.
Gubernur Khofifah menekankan pentingnya misi dagang ini sebagai instrumen strategis untuk membuka peluang perdagangan, memperluas jaringan bisnis, dan mempromosikan pertumbuhan ekonomi saling menguntungkan. “Misi dagang menjadi instrumen strategis. Kita ingin mempertemukan daerah yang memiliki komoditas dengan daerah yang membutuhkan pasokan,” ujar Khofifah.
Misi dagang ini juga menghasilkan sejumlah komitmen transaksi besar, misalnya penjualan rokok oleh Gabungan Perusahaan Rokok (Gapero) Surabaya kepada PT Bentoel/BAT Banda Aceh. Ada pula komitmen dari sektor pertanian dan perkebunan oleh PT Ayo Tani Berjaya Kediri dan sektor pangan oleh Wahana Sejahtera Foods Jombang.
Khofifah menjelaskan bahwa hasil dari misi dagang ini bukanlah capaian instan. Pemerintah telah melakukan kurasi pelaku usaha dan produk serta menyelenggarakan business matching beberapa kali untuk memastikan kebutuhan dan potensi usaha terjembatani dengan optimal.
Diolah dari laporan Detik – Berita.

