ZONAUTARA.com – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres, memberikan pujian terhadap keberagaman budaya Indonesia, termasuk batik dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, saat melakukan kunjungan ke Jakarta pada Senin (19/10/2026). Dalam kunjungannya, Guterres melihat keberagaman Indonesia sebagai contoh pelajaran penting bagi dunia dalam memperkuat kerja sama internasional.
“Indonesia adalah rumah bagi kemanusiaan, demokrasi terbesar di dunia, dengan 284 juta penduduk dari lebih dari 300 kelompok etnis. Indonesia merupakan contoh nyata Bhinneka Tunggal Ika,” kata Guterres dalam forum Foreign Policy Circle Talks bertajuk “Eight Decades of the United Nations: What’s Next?” yang diselenggarakan di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri.
Guterres juga menyoroti batik sebagai simbol pertemuan berbagai budaya yang tetap mempertahankan identitas Indonesia. Menurutnya, motif batik mencerminkan pengaruh beragam budaya, mulai dari kaligrafi Arab, motif China, hingga unsur Eropa, Jepang, Asia Selatan, dan Persia. UNESCO telah menetapkan batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan.
“Batik merupakan tradisi yang dibentuk oleh banyak pengaruh, dengan pola yang mencerminkan pertemuan lintas budaya. Namun, melalui berbagai pertemuan itu, batik tetap terkait erat dengan identitas budaya masyarakat Indonesia,” ujar Guterres. Ia juga mengaitkan keberagaman batik dengan masa depan multilateralisme yang harus terus beradaptasi mengikuti perubahan zaman.
Selain itu, Guterres menegaskan pentingnya reformasi PBB agar lebih inklusif dan mewakili kepentingan negara-negara berkembang. Menurutnya, reformasi penting dilakukan agar lembaga internasional bisa efektif dalam menangani tantangan global seperti konflik, perubahan iklim, dan ketimpangan ekonomi. Dalam kunjungannya, Guterres juga bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto dan mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI sebagai penghormatan kepada personel penjaga perdamaian Indonesia.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

