ZONAUTARA.com – Departemen Pertahanan Amerika Serikat telah mengumumkan strategi militer baru yang mewajibkan pangkalan besar di wilayah benua AS beroperasi secara mandiri selama 90 hari tanpa bantuan eksternal. Keputusan ini sejalan dengan dokumen strategis FORTRESS yang ditinjau oleh jaringan Fox News. Dokumen tersebut mengharuskan pasokan militer memiliki minimal dua jalur untuk menghindari gangguan.
Inisiatif ini, yang diumumkan oleh Menteri Perang AS Pete Hegseth, muncul setelah masalah logistik serius terjadi menyusul serangan Iran terhadap fasilitas Amerika. Serangan tersebut sebagai tanggapan atas serangan gabungan AS-Israel di wilayah Iran.
Jaringan Fox News menilai langkah ini diperlukan sebagai persiapan menghadapi berbagai kemungkinan situasi kontingensi. “Tindakan militer dapat melumpuhkan jaringan listrik, mengganggu rantai pasokan, dan mengancam infrastruktur penting di tanah Amerika,” ujar Hegseth.
FORTRESS adalah singkatan dari Federal Operations for Resilience, Troop Resources, Energy, Supply and Survivability. Strategi ini memiliki lima pilar utama: kemandirian energi, ketahanan rantai pasokan, cadangan strategis, perlindungan fisik dan keamanan siber, serta ketahanan di ruang angkasa dan spektrum elektromagnetik.
Tujuan dari perencana Pentagon adalah mengurangi ketergantungan pada infrastruktur sipil yang rentan terhadap konflik bersenjata besar. Ini termasuk membangun reaktor nuklir skala kecil dan bank baterai besar untuk mendukung operasi. “Program ini juga mengantisipasi konversi pabrik sipil ke produksi pertahanan dalam keadaan darurat,” tambahnya.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

