Kebiasaan Sehat Bantu Kelola Emosi saat Stres

Penelitian dari Binghamton University menunjukkan sarapan, olahraga, dan tidur cukup bantu kelola emosi saat stres.

Redaktur AI
Penulis:
Foto: Media Indonesia

ZONAUTARA.com – Mengelola stres dan tekanan emosional sehari-hari ternyata tidak hanya bergantung pada kekuatan mental, melainkan juga pada kebiasaan fisik yang dibangun setiap hari. Penelitian terbaru dari Binghamton University mengungkapkan bahwa kombinasi sarapan sehat, rutin berolahraga, dan tidur malam yang cukup merupakan kunci utama untuk membangun ketahanan mental dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

Penelitian ini dipimpin oleh Lina Begdache, PhD, profesor studi kesehatan dan kebugaran, yang menyoroti pentingnya ‘fleksibilitas psikologis’ dalam merespons tekanan hidup. Studi ini melibatkan survei anonim terhadap 400 mahasiswa terkait pola makan, tidur, olahraga, dan gaya hidup. “Keduanya membantu membangun fleksibilitas psikologis yang kemudian menjadikan seseorang lebih tangguh dalam menghadapi tantangan,” jelas Lina Begdache, sebagaimana dilansir laman RealSimple.

Fleksibilitas psikologis didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk menyesuaikan pikiran, emosi, dan perilaku secara sehat dan seimbang ketika menghadapi perubahan situasi atau kondisi yang tidak terduga. Individu dengan fleksibilitas psikologis tinggi dapat mengatasi situasi stres seperti tertinggal pesawat dengan tetap berpikir jernih untuk mencari solusi alternatif.

Sebaliknya, individu dengan fleksibilitas psikologis rendah sering merasa ‘menyatu’ dengan stres, sehingga lebih sulit mengendalikan emosi saat menghadapi masalah. Kebiasaan buruk seperti sering mengonsumsi makanan cepat saji dan kurang tidur dikaitkan dengan rendahnya fleksibilitas psikologis.

Lina Begdache menyimpulkan bahwa langkah awal untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola emosi dan menghadapi stres harian dengan tenang dapat dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk membiasakan diri menyantap sarapan sehat setiap pagi guna mendukung kesehatan mental dan fungsi kognitif secara keseluruhan.




Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com