ZONAUTARA.com – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya, menyoroti proses relokasi terhadap 535 kepala keluarga (KK) yang terkena dampak pembangunan Bendungan Karangnongko di Blora, Jawa Tengah. Danang berjanji untuk menyampaikan masalah relokasi ini dalam rapat kerja maupun rapat dengar pendapat dengan kementerian terkait. Aspirasi tersebut dia terima saat masa reses.
“Aspirasi ini akan saya sampaikan saat rapat kerja maupun rapat dengar pendapat dengan mitra-mitra kami di Komisi V,” kata Danang dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/10).
Ratusan KK yang terdampak akan dipindahkan ke lahan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK). Lahan ini, yang dikelola oleh Universitas Gadjah Mada, telah memperoleh izin untuk menjadi lokasi relokasi, namun masih memerlukan izin alih fungsi dari Kementerian Kehutanan.
Pembangunan Bendungan Karangnongko melibatkan 1.037 bidang tanah di lima desa: Mendenrejo, Ngrawoh, Nginggil, Nglebak, dan Megeri. Sebanyak 535 KK terdata sebagai pihak yang terdampak langsung.
Danang juga membahas pentingnya program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) saat meresmikan program tersebut di Blora. Dia mengimbau kepala desa untuk mengusulkan program pembangunan lain, seperti bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), serta menyerukan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk menyederhanakan persyaratan bantuan bagi warga yang membutuhkan.
“Bicara tempat tinggal tidak semata-mata soal kenyamanan. Namun juga berhubungan dengan kesehatan, keselamatan, dan kualitas hidup,” ujar Danang.
Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.

