ZONAUTARA.com – Mulai tahun 2027, layanan transportasi umum BisKita Trans Depok yang melayani rute Terminal Depok menuju Stasiun LRT Harjamukti tidak akan lagi gratis. Wali Kota Depok, Supian Suri, menyatakan bahwa penumpang rute tersebut akan dikenakan tarif, sementara alokasi anggaran untuk layanan gratis dialihkan ke koridor Bojong Sari-Terminal Depok.
Menurut Supian Suri, pengalihan ini dilakukan karena biaya operasional yang tinggi. “Kalau hari ini masih gratis, awal tahun depan sudah berbayar karena alokasi gratisnya itu akan kita alihkan untuk (BisKita Trans Depok) koridor 2 jalur Bojong Sari-Terminal Depok,” ujar Supian akhir bulan lalu, sebagaimana dilansir dari situs Pemkot Depok.
Supian menjelaskan bahwa biaya operasional untuk layanan tersebut mencapai Rp19 miliar pada tahun 2026. Jika Pemkot Depok harus menggratiskan dua rute sekaligus, akan sulit untuk menutup biaya operasional. “Sementara di sisi yang lain kita sudah harus mempersiapkan untuk jalur tambahan, koridor 2 dari wilayah terminal Depok sampai ke Bojong Sari. Kalau dua-duanya berjalan, dua-duanya gratis, berat buat kita mengcover ini. Makanya kita sudah harus mempersiapkan yang koridor 2, koridor 1 sudah harus berbayar,” jelasnya.
Tarif yang ditetapkan adalah Rp6.000 bagi masyarakat umum, termasuk mahasiswa. Namun, lansia berusia 60 tahun ke atas dan pelajar akan mendapatkan tarif khusus sebesar Rp4.000. “Jadi ada beda Rp2.000 dibanding dengan masyarakat umum, mahasiswa termasuk masyarakat umum bayar Rp 6.000,” kata Supian.
Tindakan ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Depok untuk mengelola pembiayaan transportasi umum secara lebih efektif guna meningkatkan layanan bagi warga.
Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.
