ZONAUTARA.com – Sit-up sering dianggap sebagai latihan untuk memperkuat otot inti tubuh, dengan harapan dapat membentuk perut six-pack. Namun, pendekatan yang diperlukan untuk mendapatkan perut six-pack ternyata lebih menyeluruh, melibatkan latihan kekuatan, aktivitas kardio, dan pengaturan pola makan. Meski seseorang melakukan puluhan kali sit-up setiap hari, otot perut yang diinginkan akan sulit terlihat tanpa menyingkirkan lemak yang menutupi otot tersebut.
Proses sit-up dimulai dengan berbaring telentang, lutut ditekuk, dan telapak kaki menyentuh lantai. Dari posisi ini, individu mengangkat tubuh bagian atas ke arah paha sebelum menurunkannya kembali perlahan. Saat tubuh terangkat, otot perut berperan dalam menggerakkan batang tubuh, tetapi otot lain, seperti fleksor pinggul yang meliputi psoas major, juga aktif terlibat. Dr. Lee Brown dari University of East London menyebut bahwa gerakan sit-up sebagian besar melibatkan fleksor pinggul, sehingga kurang efektif untuk mengisolasi otot perut.
Faktor utama yang membuat latihan kekuatan otot perut belum tentu menghasilkan perut six-pack adalah lemak yang berada di atas otot tersebut. Menurut Jeff Cavaliere, seorang fisioterapis dan pendiri Athlean-X, “Apakah Anda melihat otot perut Anda atau tidak, itu sebenarnya masalah penumpukan lemak tubuh.” Ia menekankan pentingnya defisit kalori, yaitu konsumsi kalori yang lebih rendah dibandingkan kalori yang dibakar, sebagai cara efektif memangkas lemak tubuh.
Fenomena yang dikenal sebagai spot reduction menunjukkan pandangan keliru bahwa melatih otot di area tertentu dapat mengurangi lemak di area tersebut. Misalnya, melakukan 100 sit-up setiap hari tidak menjamin lemak perut berkurang. Healthline menegaskan bahwa latihan yang menarget otot perut belum terbukti efektif menghilangkan lemak di area yang sama.
Untuk mengurangi lapisan lemak di perut, individu perlu mengalami defisit kalori. Ini artinya, energi yang didapatkan dari makanan harus lebih sedikit dibandingkan energi yang dikeluarkan. Faktor genetik dan karakter tubuh memengaruhi bagian tubuh mana yang lebih dahulu mengalami pengurangan lemak. Sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Strength and Conditioning Research (2011) oleh Vispute dan kolega menunjukkan bahwa berlatih sit-up selama enam minggu meningkatkan daya tahan otot perut, tetapi tidak mengurangi lemak subkutan maupun komposisi tubuh secara berarti. Hal ini menggarisbawahi pentingnya mengombinasikan latihan dengan pengaturan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik secara keseluruhan.
Diolah dari laporan Tirto.id.
