ZONAUTARA.com – Di tengah tantangan global dan derasnya arus perubahan zaman, generasi muda dituntut untuk tetap teguh menjaga jati diri bangsa. Pesan itulah yang ditekankan Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Heronimus Makainas, saat memimpin upacara peringatan Hari Pramuka ke 64 di halaman Kantor Bupati, Kamis (14/8/2025).
Dalam amanatnya, Makainas menegaskan bahwa Pramuka tidak sekadar kegiatan baris-berbaris atau upacara tahunan, melainkan wadah strategis dalam membentuk karakter generasi muda.
“Gerakan Pramuka harus hadir sebagai solusi dalam membentuk generasi yang tangguh, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan,” ujarnya.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”, yang menurut Makainas relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Di tengah ancaman perpecahan, tantangan digitalisasi, hingga krisis lingkungan, Pramuka diharapkan menjadi garda depan yang memegang teguh Pancasila, UUD 1945, NKRI, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Makainas juga menyinggung pentingnya peran Pramuka di daerah kepulauan seperti Sitaro, yang 91 persen wilayahnya adalah laut dan memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana alam, terutama erupsi Gunung Karangetang.
Di tengah kondisi geografis tersebut, Pramuka ditantang untuk tidak hanya menjadi pelajar berprestasi, tetapi juga pelopor dalam kesiapsiagaan bencana, pelestarian lingkungan, serta pengabdian sosial.
“Keaktifan Pramuka harus diwujudkan melalui aksi nyata di masyarakat, termasuk membantu dalam penanganan kebencanaan maupun kegiatan sosial,” kata Makainas.
Peringatan Hari Pramuka ke-64 di Sitaro ditutup dengan atraksi yel-yel semangat dari para peserta. Namun di balik keceriaan itu, tersimpan pesan serius: Pramuka bukan sekadar seragam cokelat dan barisan disiplin, melainkan sebuah gerakan moral untuk menjaga keutuhan bangsa.
Pramuka diharapkan benar-benar menjadi kekuatan riil dalam menjaga ketahanan bangsa, dari pusat hingga ke pulau-pulau kecil seperti Sitaro.


