Gempa dahsyat M 7,6 guncang Mindanao Filipina, peringatan tsunami meluas ke Indonesia

WarfaPresiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengumumkan mobilisasi tim pencarian dan penyelamatan.

Editor: Redaktur
Kolase foto situasi di Southern Philippines Medical Center (SPMC), Davao, saat terjadi gempa M7,6 di Filipina, Jumat 10 Oktober 2025. (Foto: FB Edge Davao)

ZONAUTARA.comGempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang Pulau Mindanao, Filipina Selatan, pada Jumat (10/10/2025) pukul 08.43 WIB, memicu peringatan tsunami luas di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Pusat gempa yang dangkal, hanya 10 kilometer di bawah permukaan laut, terletak 62 kilometer di tenggara Kota Manay, Provinsi Davao Oriental, mengindikasikan potensi dampak signifikan di wilayah tersebut.

Guncangan dahsyat ini segera menyebabkan kepanikan massal, dengan laporan kekacauan dan evakuasi di seluruh Mindanao, termasuk penutupan sekolah dan perintah bagi warga pesisir untuk segera mengungsi. Badan Kegempaan Filipina (Phivolcs) dan Pusat Peringatan Tsunami Amerika Serikat dengan cepat mengeluarkan instruksi keselamatan dan peringatan gelombang tinggi, sementara Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengumumkan mobilisasi tim pencarian dan penyelamatan.

Situasi pascagempa di Mindanao dilaporkan kacau balau. Para murid berhamburan ke lapangan, dan pegawai pertokoan serta perkantoran tunggang-langgang meninggalkan tempat kerja mereka. Seluruh sekolah di Mindanao dinyatakan libur, dan para murid diperintahkan pulang serta menjauhi pesisir pantai. Kekacauan dan kepanikan warga juga terpantau di Kota Bislig di Provinsi Surigao del Sur, Bukidnon, dan Cagayan de Oro City. Bahkan sebagian Kepulauan Visayas di wilayah tengah Filipina turut merasakan dampak gempa.

Pusat Seismologi Mediterania Eropa mencatat gempa di Mindanao bermagnitudo 7,4 dengan kedalaman 58 kilometer.

Filipina diketahui belum sepenuhnya pulih dari gempa dahsyat bermagnitudo 6,9 yang mengguncang Kota Bogo di utara Pulau Cebu dua pekan sebelumnya, yang menewaskan 72 orang dan melukai ratusan lainnya. Kali ini, Phivolcs memperingatkan adanya kerusakan dan bahaya akibat gempa susulan di Provinsi Davao Oriental.




Manila Bulletin melaporkan, Phivolcs mengeluarkan instruksi darurat agar warga “tiarap, menjatuhkan diri, dan melindungi diri.” Warga juga disarankan berlindung di bawah meja yang kuat lalu memegang kaki meja. “Jika berada di dalam bangunan yang kuat, bertahan dulu di sana,” demikian arahan Phivolcs.

Warga diminta menjauhi jendela kaca dan benda-benda yang mudah pecah menjadi serpihan tajam. Bagi mereka yang berada di luar ruangan, diinstruksikan untuk menjauhi pepohonan, pipa gas, air, listrik, dan dinding yang rentan roboh. Phivolcs secara khusus meminta warga di pesisir wilayah tengah dan selatan Mindanao untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Daerah-daerah yang mendapat peringatan tsunami meliputi Kepulauan Dinagat, Surigao del Norte, Surigao del Sur, Eastern Samar, Southern Leyte, dan Leyte.

Rappler mewartakan, tsunami diperkirakan terjadi antara pukul 09.43 hingga 11.43 WIB. Phivolcs juga mengeluarkan perintah khusus bagi para pelaut: “Pemilik perahu di pelabuhan, muara, dan perairan dangkal harap menambatkan perahu lalu mengungsi ke dataran tinggi. Perahu yang melaut agar tetap bertahan di perairan dalam sampai ada pengumuman lebih lanjut.”

Peringatan tsunami juga meluas ke wilayah Indonesia, khususnya Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Papua Barat, dan Provinsi Papua, dengan laporan awal tsunami setinggi setengah meter sudah tiba di wilayah tersebut. Badan Peringatan Tsunami Amerika Serikat turut mengeluarkan peringatan serupa, memperkirakan bahaya tsunami pada radius 300 kilometer dari pusat gempa, dengan ombak setinggi 1–3 meter di Filipina dan hingga 1 meter di Indonesia serta Palau (utara Papua).

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr., melalui keterangan tertulis, menyatakan bahwa pemerintah sedang mendata dampak gempa dan memastikan keselamatan warga. “Misi pencarian dan penyelamatan sedang disiapkan dan segera berangkat setelah keadaan memungkinkan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) dan Penjaga Laut Filipina (PCG) akan segera mengevakuasi warga di pesisir pantai serta mengaktifkan sarana komunikasi yang terputus. Marcos juga menyerukan kepada publik, “Harap tetap waspada dan tenang. Pergilah ke dataran tinggi dan menjauhi pantai hingga aparat pemerintah mengatakan situasi aman.”

Penyiar Radio DZMM, Edwin Jubahib, melaporkan bahwa sejumlah bangunan diketahui rusak dan bahkan hancur, menggambarkan bahwa “Guncangan yang terjadi kuat sekali.” Sementara itu, kantor berita Reuters dari Manila belum berhasil menghubungi para pejabat Filipina di wilayah terdampak untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Kepulauan Filipina dan Indonesia, yang berada dalam satu rangkaian Cincin Api Pasifik dengan ribuan gunung berapi dan sesar aktif di sebelah barat Samudra Pasifik, memang sangat rentan terhadap aktivitas seismik seperti ini.

Bekerja sebagai jurnalis lebih dari 20 tahun terakhir. Sebelum mendirikan Zonautara.com bekerja selama 8 tahun di Kompas.com. Selain menjadi jurnalis juga menjadi trainer untuk digital security, literasi digital, cek fakta dan trainer jurnalistik.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com