ZONAUTARA.com – Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara, diterjang banjir bandang pada Senin, (5/1/2026) dini hari. Bencana alam ini telah merenggut nyawa sedikitnya 14 orang dan menyebabkan 20 lainnya luka-luka.
Merespons insiden tragis ini, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, segera menginstruksikan penyaluran bantuan esensial bagi warga terdampak.
Banjir bandang ini dipicu oleh curah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sitaro selama sekitar lima jam tanpa henti, sehingga menyebabkan aliran air bercampur material batu, tanah, dan kayu meluap serta menerjang permukiman.
Dampak kerusakan parah melanda sejumlah area di Kecamatan Siau Timur, termasuk Kelurahan Paniki, Paseng, Bahu, serta beberapa kampung seperti Bumbiha, Peling, Laghaeng, Batusenggo, Beong, dan Salili.
Selain korban jiwa, lima unit rumah warga juga dilaporkan hanyut, dan ratusan lainnya terpaksa mengungsi.
Gubernur Sulut mengungkapkan duka cita mendalam atas tragedi yang menimpa Sitaro, sekaligus menegaskan komitmen Pemprov Sulut untuk memberikan dukungan penuh mulai dari penanganan darurat hingga fase pemulihan pascabencana.
“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan duka yang mendalam atas peristiwa banjir bandang yang terjadi di Siau. Pemerintah provinsi akan memberikan dukungan penuh bagi masyarakat terdampak,” ujar Gubernur Yulius.
Untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran, Gubernur Yulius juga menekankan bahwa Pemprov Sulut akan terus berkoordinasi erat dengan Pemerintah Kabupaten Sitaro, TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya.
Sebagai respons tanggap darurat, jajaran terkait telah diinstruksikan untuk segera menyalurkan bantuan berupa alat berat, kebutuhan bayi dan lansia, pakaian, kasur, serta makanan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan kebutuhan dasar.
Guna mempercepat proses penanganan dan pemulihan, Pemerintah Kabupaten Sitaro telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi selama 14 hari.
Upaya penanganan darurat di lapangan terus berlanjut, melibatkan pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan partisipasi aktif masyarakat setempat.
***


