Banjir bandang terjang empat desa di Bolaang Mongondow

Penulis: David Sumilat
Editor: Redaktur
Banjir bandang di Kabupaten Bolaang Mongondow merendam rumah warga pada Rabu (27/5/2026). (Foto: Dok. BPBD Bolmong)

ZONAUTARA.com – Bencana banjir bandang melanda empat desa di Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 14.30 WITA.

Peristiwa tersebut dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Bolmong selama sepekan terakhir dan mencapai puncaknya di hari kejadian.

Kepala Bidang Kedaruratan & Logistik BPBD Bolmong, Abdul Muin Paputungan, mengatakan sebanyak empat desa yakni Desa Solimandungan I, Solimandungan II, Solimandungan Baru, dan Komangaan terdampak ringan dan parah atas kejadian banjir bandang tersebut.

“Ketinggian air dilaporkan bervariasi antara 1 hingga 1,5 meter akibat meluapnya Sungai Botuk yang turut membawa material lumpur dan potongan kayu ke permukiman warga,” kata dia.

Baca juga: Pascabanjir bandang di Bolmong, warga butuh makanan hingga perlengkapan tidur




Laporan kejadian diterima oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD pada pukul 15.00 WITA. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Bolmong kemudian diterjunkan ke lokasi sekitar pukul 15.30 WITA untuk melakukan kaji cepat dan penanganan darurat.

Banjir bandang terjang empat desa di Bolaang Mongondow
Kondisi jalanan di pemukiman penduduk terdampak banjir bandang di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Rabu (27/5/2026). (Foto: Dok. BPBD Bolmong)

Berdasarkan data sementara hasil kaji cepat, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun sejumlah fasilitas umum terdampak banjir, di antaranya satu unit Masjid An-Nur Solimandungan II, SDN 2 Solimandungan II, Kantor Desa Solimandungan II, serta Pustu Desa Solimandungan II.

Sementara itu, jumlah rumah warga terdampak masih dalam proses asesmen di keempat desa yang terdampak banjir dan banjir bandang.

BPBD bersama instansi terkait langsung melakukan langkah-langkah penanganan darurat. Selain menerjunkan personel TRC ke lokasi, BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk menyiapkan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas PUPR guna menangani material kayu dan lumpur yang menutup aliran sungai menggunakan alat berat.

Selain itu, BPBD Bolmong turut meminta dukungan dari BPPW Sulawesi Utara berupa dua unit tangki air bersih dan tandon portable untuk memenuhi kebutuhan warga.

Di lapangan, petugas menghadapi sejumlah kendala, antara lain cakupan wilayah terdampak yang cukup luas dan tersebar di empat desa, kondisi cuaca yang belum sepenuhnya kondusif, serta akses menuju lokasi yang terhambat lumpur dan material kayu.

“Lokasi pengungsian sementara maupun posko penanganan juga mengalami kendala akibat tertutup lumpur dan sampah bawaan banjir,” sebutnya.

Hingga Rabu malam, kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut seiring menurunnya intensitas hujan menjadi ringan. Warga terdampak terlihat mulai melakukan pembersihan lumpur secara mandiri di dalam rumah masing-masing.

Adapun kebutuhan mendesak saat ini meliputi makanan siap saji, dapur umum, perlengkapan tidur, serta percepatan pembersihan material lumpur dan potongan kayu di kawasan permukiman.

Diketahui, penanganan di lapangan melibatkan berbagai unsur, di antaranya TRC BPBD, TNI/Polri, Dinas Sosial, Dinas PUPR, PLN, BWS Sulawesi I, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.

Follow:
Pewarta yang menggeluti jurnalisme data, lingkungan, dan lainnya, telah menjelajahi berbagai aspek jurnalistik selama lebih dari 10 tahun.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com