Gubernur Sulut tinjau penanganan bencana banjir bandang di Pulau Siau, Sitaro

14 korban jiwa ditemukan, status tanggap darurat ditetapkan.

Editor: Ronny Adolof Buol
Gubernur Sulawesi Utara ulius Selvanus kunjungi Pulau Siau melihat penanganan bencana banjir bandang, Selasa 6 Desember 2026. (Foto: Humas Pemprov Sulut)

ZONAUTARA.com — Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus tiba di Bandara Taman Bunga Karno, Siau, pada Selasa (6/1/2026) sore, untuk meninjau langsung dampak bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

Kunjungan ini dilakukan merespons cepat musibah yang terjadi pada Senin, 5 Januari 2026, pukul 03.00 Wita, menyebabkan setidaknya 14 korban jiwa ditemukan dan puluhan rumah rusak parah hingga hanyut.

Didampingi rombongan Forkompinda Sulut, Gubernur Yulius ingin memastikan penanganan bencana berjalan maksimal, termasuk ketersediaan logistik, layanan kesehatan, dan proses evakuasi bagi warga terdampak.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sitaro telah menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama 14 hari, mulai 5 hingga 18 Januari 2026, untuk mempercepat upaya pemulihan.

Gubernur Yulius dan rombongan mendarat di Siau sekitar pukul 15.40 Wita menggunakan pesawat Susi Air PK-BVJ, setelah bertolak dari Bandara Samratulangi Manado.




Kedatangan mereka disambut langsung oleh Bupati Sitaro Chintya Kalangit, Kapolres AKBP Iwan Permadi, serta jajaran pejabat TNI-Polri dan pemerintah daerah setempat.

Begitu tiba, Gubernur Yulius langsung menanyakan kondisi terkini dan keadaan masyarakat.

“Kunjungan ini penting untuk memastikan kami mendapatkan gambaran langsung di lapangan. Terutama soal kondisi masyarakat dan kebutuhan yang mesti segera dipenuhi,” ujar Yulius.

Kunjungan kerja ini menegaskan respons cepat Pemerintah Provinsi dalam penanganan dampak bencana alam di Sitaro.

Gubernur beserta rombongan dijadwalkan meninjau titik-titik terdampak, berdialog dengan warga, serta memastikan kebutuhan darurat terpenuhi.

sitaro
Gubernur Sulawesi Utara ulius Selvanus kunjungi Pulau Siau melihat penanganan bencana banjir bandang, Selasa 6 Desember 2026. (Foto: Humas Pemprov Sulut)

Gubernur Yulius menekankan pentingnya koordinasi intensif antara pemerintah provinsi, kabupaten, BPBD, Dinas Sosial, dan instansi keamanan.

“Kami datang bukan hanya sekadar melihat, tetapi hadir bersama masyarakat untuk memastikan langkah penanganan berjalan maksimal,” tambahnya.

Banjir bandang melanda Siau pada Senin dini hari, 5 Januari 2026, pukul 03.00 Wita, setelah hujan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.

Air bercampur material batu, lumpur, tanah, dan kayu meluap, menerjang permukiman warga di sepanjang bantaran sungai, menyebabkan kerusakan parah.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, tengah berupaya memulihkan kondisi pasca-bencana, termasuk membersihkan material sisa bencana dan berkolaborasi dengan instansi terkait dalam pencarian korban hilang.

sitaro
Proses evakuasi korban bencana banjir bandang di Siau, Senin 5 Januari 2026. (Foto: Zonautara.com/Jufri Kasumbala)

Warga akan direlokasi

Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Sulut serta semua instansi dan pihak yang membantu.

“Kami sangat mengharapkan pemerintah provinsi tetap berada bersama kami dalam proses pasca penanganan bencana ini,” ujarnya saat ditemui di Desa Bahu Sondana, Siau Timur, Selasa (6/1/2026).

Ia berharap bantuan yang diberikan bermanfaat bagi korban. Bagi warga yang rumahnya hancur, Bupati menjanjikan relokasi.

“Akan kami relokasi, kami akan mencari tempat yang baik agar para korban mendapatkan rumah yang layak kembali,” jelasnya.

Bupati menyebut, kebutuhan mendesak para pengungsi saat ini adalah makanan, minuman, hingga tempat tinggal.

“Yang paling dibutuhkan saat ini adalah makanan, minuman, tempat tinggal, dan peralatan tidur, peralatan mandi, bahkan pakaian-pakaian,” terang Bupati.

Ia juga mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama di tengah cuaca ekstrem.

“Apalagi daerah kita ini daerah bencana. Kita harus tetap waspada, menjaga keselamatan diri kita masing-masing,” tutur Bupati, seraya menambahkan agar warga segera mencari tempat aman jika melihat cuaca ekstrem.

Data terakhir menyebutkan musibah ini menelan korban jiwa, dengan setidaknya 14 orang ditemukan meninggal dunia dan beberapa lainnya masih dalam proses pencarian.

Sejumlah rumah dilaporkan rusak dan sembilan unit rumah hilang terbawa banjir bandang, meliputi tujuh rumah di Kelurahan Bahu dan dua rumah di Siau Barat Selatan.

sitaro
Material yang dibawa banjir bandang di Pulau Siau, Senin 5 Januari 2026. (Foto: Zonautara.com/Jufri Kasumbala)

Sembilan titik lokasi bencana terbesar di antaranya Kelurahan Bahu, Kelurahan Paseng, Kampung Bumbiha, Kampung Peling, dan Kampung Batusenggo.

Bupati Chyntia Kalangit telah menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 1 Tahun 2026.

“Penanganan Status Tanggap Darurat Hidrometeorologi yang berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 5 Januari 2026 sampai dengan tanggal 18 Januari 2026,” kata Chyntia.

Biaya penanganan dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.

Personel bantuan dari TNI-Polri, Basarnas, Polda Sulut, Danrem 131 Santiago, Lanud Sam Ratulangi Manado, dan Marinir telah diturunkan untuk evakuasi, pencarian korban hilang, dan pembersihan material sisa bencana.




Untuk pembersihan material bebatuan, Pemkab Sitaro menerima bantuan 2 unit ekskavator dari Pemprov Sulut, 2 unit dari Tagulandang, dan 2 unit dari kontraktor.

Berkarir sebagai jurnalis sejak 2015, memulai di surat kabar Manado Post, lantas ke koran Indo Post. Melanjutkan karir di Kompas TV, dan pada 2023 bergabung dengan Zonautara.com. Telah mengikuti pelatihan cek fakta dan liputan investigasi, serta mengerjakan berbagai fellowship.
1 Comment
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com