ZONAUTARA.com – Mantan atlet nasional renang, Dwi Pudjiastuti Akub, hadir di ajang lomba renang ZNERGY BOGANI sebagai orang tua atlet. Ia mendampingi anak-anaknya serta sejumlah atlet yang telah dianggap seperti keluarga sendiri.
Dwi menegaskan bahwa keikutsertaan anak-anaknya dalam kompetisi ini bukan semata-mata untuk mengejar prestasi, melainkan sebagai sarana menambah pengalaman bertanding serta membangun ketahanan mental dan emosional sejak dini.
Pada ajang tersebut, Dwi mendampingi Dzakwan El Dzakir Saputra Daun, Alyssa Zahwa Daun, dan Najwa Tisya Bounia Mokoginta.
Bagi Dzakwan El Dzakir Saputra Daun (Grup 2), lomba ini merupakan ajang kompetisi besar pertama yang ia ikuti. Dzakwan baru menjalani latihan selama tujuh bulan dan turun di empat nomor, yakni 50 meter dan 100 meter gaya bebas, 50 meter gaya kupu-kupu, serta 50 meter gaya dada.
Sementara itu, Alyssa Zahwa Daun (Grup 4) juga menjalani pengalaman lomba renang pertamanya. Alyssa telah berlatih selama tujuh bulan, namun latihan rutin intensifnya baru berjalan sekitar satu bulan. Pada kompetisi ini, Alyssa mengikuti dua nomor, yaitu 50 meter gaya dada dan 50 meter gaya bebas.
“Dalam lomba ini saya ingin anak-anak menambah pengalaman bertanding. Bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi bagaimana mereka belajar menghadapi suasana lomba, mengelola rasa gugup, serta membangun mental dan emosi yang kuat,” ungkap Dwi.

Adapun Najwa Tisya Bounia Mokoginta, yang merupakan perenang senior sekaligus pelatih di Znergy, tetap turun bertanding meskipun hanya mengikuti satu nomor perorangan 50 meter gaya dada dan satu nomor estafet. Kehadiran Tisya diharapkan dapat memberi motivasi serta rasa aman bagi atlet-atlet yang lebih muda, khususnya mereka yang baru pertama kali mengikuti nomor estafet.
“Untuk Tisya, saya sebagai orang tua melihat perannya sangat penting dalam memberi contoh dan semangat kepada adik-adiknya. Kehadirannya membantu anak-anak yang baru pertama kali bertanding agar lebih percaya diri,” tambah Dwi.
Lebih lanjut, Dwi menegaskan bahwa ajang lomba ini menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak, baik di dalam maupun di luar kolam renang.
“Perlombaan bukan hanya soal menang atau kalah. Ini adalah kesempatan bagi anak-anak saya untuk belajar percaya diri, kerja keras, kemampuan bersosialisasi, serta menerima kekalahan dengan bijak,” tutupnya.
Selain itu, sebelum turun pada nomor estafet, pelatih Znergy menetapkan kebijakan khusus bagi atlet cilik yang belum memperoleh medali. Mereka secara simbolis menerima medali dari kakak-kakak estafet sebagai bentuk motivasi agar semakin bersemangat dalam bertanding. (Adv)


