ZONAUTARA.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan bahwa hingga Mei 2026, ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia telah terkena suspend sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dimulai pada Januari 2025. Penangguhan sementara ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat, rekomendasi para pejabat daerah, inspeksi mendadak, serta pengawasan atas insiden menonjol yang dialami oleh penerima MBG.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, menyatakan dalam sebuah pernyataan pada Minggu (31/5) bahwa sejak peluncuran MBG pada 6 Januari 2025 hingga 29 Mei 2026, dari total 27.208 SPPG yang beroperasi, 8.182 di antaranya telah suspend. Di Wilayah I (Pulau Sumatra), dari 5.968 unit, sebanyak 148 SPPG terkena suspend, 10 di antaranya karena kejadian menonjol, sementara sisanya karena masalah infrastruktur, manajemen, dan mutu gizi.
Di Wilayah II (Pulau Jawa), dari 16.594 unit, terdapat 1.666 SPPG yang masih dalam suspend. Hal ini terdiri dari 61 SPPG terkait insiden menonjol dan 1.605 karena masalah lainnya. Meski demikian, 1.800 SPPG telah beroperasi kembali. “Jadi dari wilayah II, total sebanyak 3.466 SPPG telah di-suspend,” ujar Nanik.
Sementara Wilayah III, meliputi Pulau Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua, dari 4.646 unit, 399 SPPG masih terkena suspend dengan 25 terkait insiden menonjol dan 374 karena permasalahan lainnya. Namun, 3.559 SPPG di wilayah ini telah berfungsi kembali. Total 3.959 SPPG di Wilayah III telah terkena suspend, sehingga dari keseluruhan wilayah, 8.182 SPPG pernah mengalami suspend.
BGN menyatakan bahwa penangguhan ini disebabkan berbagai faktor, seperti menu yang menyebabkan gangguan kesehatan, ketidaksesuaian anggaran menu, hingga integritas manajemen dan fasilitas operasional yang tidak sesuai petunjuk teknis. BGN juga mensyaratkan setiap SPPG mampu mendistribusikan MBG untuk 300 penerima manfaat dari kelompok 3B, dan sementara ini 2.213 SPPG masih dalam proses suspend karena belum memenuhi kriteria yang ditetapkan.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

