ZONAUTARA.com – Tren masyarakat Indonesia menjalani operasi plastik atau oplas di luar negeri kini semakin meningkat. Banyak warga yang memilih prosedur ini tanpa mempertimbangkan kemungkinan risiko komplikasi yang dapat terjadi. Menurut Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruktif dan Estetik dari RS Pondok Indah, Alexander Perkasa-Hendropriyono, fenomena ini perlu mendapat perhatian lebih.
Alexander menyatakan, tidak sedikit pasien yang kembali ke Indonesia mengalami komplikasi pasca operasi di luar negeri. “Saya sering menerima pasien yang habis operasi plastik di luar negeri lalu datang dengan masalah. Ini jadi pelajaran bahwa safety tidak boleh diabaikan,” ujarnya.
Alexander juga menekankan pentingnya faktor keamanan sebagai prioritas utama dalam setiap prosedur estetika, bukan semata-mata mengejar hasil akhir yang diinginkan. Ia optimistis dengan perkembangan industri estetika di Indonesia yang terus menunjukkan peningkatan.
Dengan teknologi yang semakin maju dan kompetensi tenaga medis yang berkembang, Alexander melihat peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi salah satu pusat estetika di Asia. “Kita sudah punya kompetensi, pengalaman, dan teknologi. Tinggal bagaimana kita terus mengembangkan dan menjaga kualitas itu,” katanya.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa industri estetika di Indonesia tidak hanya tumbuh dari segi jumlah layanan, tetapi juga kualitas. Dengan pendekatan yang mengutamakan harmoni, keamanan, serta identitas, Indonesia semakin diakui dalam peta global kecantikan medis dan berpotensi menarik pasien internasional.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

