ZONAUTARA.com – The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Daerah Sulawesi Utara mendesak investigasi terkait pembukaan lahan di Gunung Tatawiran, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa yang menuai polemik.
Ketua SIEJ Sulut, Finda Muhtar, bersama Sekretaris Julkifl Madina, meminta pemerintah segera bertindak mengatasi dampak lingkungan yang dikhawatirkan. Laporan warga di Koha mengenai keruhnya sumber air harus segera ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Utara.
“Ini bukan sekadar keluhan biasa. Sudah ada dampak nyata terhadap sumber air warga. DLH harus segera turun, lakukan verifikasi ilmiah, dan menyampaikan hasilnya secara terbuka ke publik,” ungkap Finda, melalui pers rilis Selasa 28 April 2026.
Polemik makin menguat setelah politisi Wenny Lumentut mengakui izin lingkungan aktivitas pembukaan lahan belum lengkap walau kegiatan alat berat sudah dilakukan. Menurut SIEJ Sulut, hal ini memperkuat dugaan pelanggaran prosedur terkait AMDAL.
“Setiap kegiatan yang berpotensi mengubah bentang alam, termasuk membuka tutupan hutan untuk usaha seperti wisata paralayang, wajib melalui proses AMDAL atau setidaknya UKL-UPL. Ini bukan pilihan, tapi kewajiban hukum,” kata Julkifl.
Sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021, setiap usaha berdampak penting wajib AMDAL. Dalam konteks ini, aktivitas di Gunung Tatawiran termasuk kategori tersebut. Finda mewanti-wanti risiko jangka panjang jika situasi terus dibiarkan.
“Keruhnya air yang terjadi sekarang bisa jadi hanya gejala awal. Kalau tutupan hutan terus dibuka tanpa mitigasi, kita berhadapan dengan ancaman banjir bandang dan longsor,” jelas Finda.
SIEJ Sulut mendesak langkah pemulihan lingkungan dan perlindungan hak atas air bersih bagi masyarakat, seraya memperingatkan pentingnya investigasi menyeluruh.
“Negara tidak boleh kalah cepat dari dampak. Ketika masyarakat sudah membeli air galon untuk bertahan hidup, itu tanda ada yang salah dalam tata kelola lingkungan kita,” tegas Finda.
SIEJ Sulut berjanji akan terus memantau perkembangan kasus ini demi transparansi dan akuntabilitas.


