ZONAUTARA.com – Piala Dunia 2026 diperkirakan akan menjadi turnamen sepakbola dengan dampak lingkungan paling signifikan sepanjang sejarah. Turnamen ini diselenggarakan di tiga negara besar, yakni Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko, melibatkan 48 negara peserta dan 104 pertandingan, serta memunculkan tantangan baru terkait emisi karbon.
Gianni Infantino, Presiden FIFA, menjadi sorotan atas aktivitasnya selama Piala Dunia ini. Infantino diketahui bolak-balik antara berbagai tempat pertandingan menggunakan jet pribadi, Gulfstream G650ER, yang disponsori oleh Qatar Airways. Berdasarkan laporan BBC Verify, penggunaan jet ini mengakibatkan emisi sekitar 516 ton setara karbon dioksida (CO2e) hanya dalam fase grup.
Padahal, FIFA berkomitmen untuk mengurangi emisi hingga 50 persen pada 2030 dan mencapai net-zero pada 2040. Ironisnya, penerbangan jet pribadi ini hanya puncak dari permasalahan pencemaran di Piala Dunia 2026 ini, yang secara keseluruhan diperkirakan menghasilkan emisi sekitar 9,02 juta ton CO2e.
Masalah emisi ini terutama diakibatkan oleh banyaknya penerbangan, mengingat tidak ada sistem kereta cepat yang dapat menjadi alternatif transportasi rendah emisi di Amerika Utara. Menurut riset dari Scientists for Global Responsibility, skenario terburuk bisa membuat emisi dari penerbangan mencapai 13,7 juta ton.
Selain itu, hubungan FIFA dengan Aramco, perusahaan minyak milik Arab Saudi, sebagai salah satu sponsor turut menambah kontroversi, mengingat industri minyak adalah kontributor utama emisi karbon. Tantangan mengurangi emisi dalam penyelenggaraan ajang olahraga internasional seperti Piala Dunia ini menjadi semakin krusial untuk diatasi.
Diolah dari laporan Tirto.id.

