ZONAUTARA.com – Seorang dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi berinisial DK terlibat dalam insiden penggerebekan yang berlangsung di sebuah kos-kosan. DK digerebek oleh istrinya sendiri bersama warga ketika sedang bersama seorang mahasiswi. Penggerebekan tersebut melibatkan Ketua RT, Lurah, pihak kepolisian, serta Babinsa, seperti yang diungkapkan pada Minggu, 3 Mei 2026.
Menurut Rektor UIN STS Jambi, Prof Kasful Anwar, pihak kampus sangat menyesalkan kejadian ini dan berjanji untuk melakukan penelusuran lebih mendalam. “Sehubungan dengan hal tersebut, UIN STS Jambi sangat menyayangkan dan menyesalkan terjadinya peristiwa penggerebekan salah satu oknum dosen tersebut. Kami akan langsung melakukan penelusuran lebih mendalam untuk mengambil langkah tindakan tegas,” tegas Kasful dalam pernyataan tertulis.
Prof Kasful menjelaskan bahwa semua sivitas akademika UIN STS Jambi terikat pada kode etik dan norma kelembagaan yang ketat. “Hal ini sebagai komitmen dalam menjaga marwah institusi, integritas akademik, serta nilai-nilai etika yang menjadi landasan dalam kehidupan kampus,” tambahnya.
Tindakan tegas telah diambil terhadap oknum dosen tersebut, dengan penonaktifan sementara dari jabatan tambahan sebagai wakil dekan dan keterlibatannya dalam berbagai aktivitas institusi kini dihentikan. “Ini guna menjaga objektivitas pemeriksaan dan kondusivitas akademik di lingkungan kampus,” tegas Prof Kasful.
Pemeriksaan etik segera dilakukan untuk memastikan status hukum serta memverifikasi kebenaran dari kejadian ini. Sanksi lanjutan akan diterapkan jika ditemukan pelanggaran kode etik atau aturan lainnya selama pemeriksaan berlangsung.
Diolah dari laporan Detik.

