ZONAUTARA.com – Gempa bumi berkekuatan besar mengguncang ibu kota Venezuela, Caracas, pada Rabu, menyebabkan kepanikan dan kerusakan luas di kota tersebut. Gempa kali ini mengingatkan kembali pada peristiwa gempa besar tahun 1967 yang dikenal memakan banyak korban jiwa. Salah satu warga, Manuel Guevara Baro, menggambarkan situasi sebagai sangat mengerikan.
“Saya belum pernah melihat yang seperti ini,” kata Guevara Baro kepada CNN. “Saya pernah melewati gempa bumi di Caracas tahun 1967, yang juga memakan banyak korban jiwa, tetapi tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan gempa yang kami alami hari ini.” Gempa tahun 1967 memiliki kekuatan Magnitudo 6,3 dan menewaskan lebih dari 200 orang serta melukai 2.000 lainnya.
Menurut laporan resmi dari Yayasan Penyelidikan Seismik Venezuela, gempa terbaru ini berpotensi memiliki dampak lebih besar. Penjabat Presiden Delcy Rodríguez telah mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam pidato nasionalnya, namun jumlah pasti korban belum dirilis. Pj Presiden juga menetapkan status darurat nasional di negara tersebut.
Guevara Baro, yang tinggal di lantai 9 di distrik Los Palos Grandes, menceritakan saat gempa terjadi, ia sedang membaca buku dan tidak dapat bergerak karena intensitas gempa yang kuat. “Saya bahkan tidak bisa berjalan karena intensitas pergerakannya,” ujar Guevara Baro. Ketika gempa mereda, ia bergegas turun melalui tangga darurat dalam gelap akibat pemadaman listrik total.
Di luar gedung, situasi dikuasai oleh kepanikan massal, dengan banyak orang berteriak dan menangis. Guevara Baro melihat dua bangunan runtuh di lingkungannya dan banyak bangunan lain mengalami kerusakan parah. Ancaman lain yang disorot ahli seismologi Caltech, Dr. Lucy Jones, adalah kebakaran akibat kerusakan pipa gas.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

