Eksekutif JPMorgan Chase Terlibat Skandal Seksual, Korban Menggugat

Skandal seksual melibatkan eksekutif JPMorgan Chase, di mana seorang pria mengajukan gugatan atas tuduhan pelecehan seksual dan ancaman karier.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Skandal seksual yang melibatkan seorang eksekutif senior mengguncang JPMorgan Chase, bank terbesar di Amerika Serikat dan ketujuh terbesar di dunia. Lorna Hajdini, seorang eksekutif berusia 37 tahun, dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap seorang pria bankir junior yang sudah menikah, dalam gugatan hukum yang disebutkan dalam laporan media Inggris, The Sun.

Berdasarkan dokumen hukum, korban yang menggunakan nama samaran “John Doe” mengklaim bahwa dirinya dipaksa melakukan tindakan seksual tanpa persetujuan selama berbulan-bulan setelah Hajdini bergabung dengan tim pada April 2024. Pelecehan tersebut awalnya berupa sentuhan yang tidak diinginkan, namun berkembang menjadi pemaksaan hubungan seksual.

Korban juga menuduh bahwa Hajdini mengancam dengan kata-kata, “Jika kau tidak segera berhubungan seks denganku, aku akan menghancurkanmu… Aku benar-benar memilikimu.” Selain itu, Hajdini diduga membius korban dengan obat yang dikenal sebagai “date rape drug” serta zat lain yang memengaruhi performa seksual. Posisi senior yang dimilikinya dilaporkan digunakan untuk mengontrol bonus, promosi, hingga masa depan karier korban di perusahaan tersebut.

Meski demikian, pihak JPMorgan Chase membantah keras tuduhan tersebut. Dalam pernyataan resmi, bank mengungkapkan bahwa hasil investigasi internal tidak menemukan bukti yang mendukung klaim dalam gugatan tersebut.

Gugatan ini telah diajukan di Pengadilan Tinggi Negara Bagian New York, meski rincian lengkap tuduhan belum dipublikasikan. Kasus ini menambah deretan masalah hukum yang dihadapi JPMorgan Chase, termasuk penyelesaian terkait Jeffrey Epstein senilai US$290 juta dan US$75 juta, serta gugatan senilai US$5 miliar dari Presiden AS Donald Trump atas tuduhan diskriminasi politik.




Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com