ZONAUTARA.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali menyatakan belum menemukan kasus hantavirus di Pulau Dewata hingga saat ini. Namun demikian, pengawasan kesehatan di berbagai pintu masuk seperti bandara, pelabuhan, dan jalur darat diperketat sebagai upaya pencegahan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom, menjelaskan bahwa langkah ini diambil menyusul temuan kasus hantavirus di beberapa wilayah Indonesia. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
“Hingga saat ini belum ada kasus maupun suspek hantavirus yang terdeteksi di Bali,” kata Anom dalam keterangan tertulis, Selasa (12/5).
Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan pengerat, khususnya tikus. Penularan dapat terjadi melalui paparan kotoran, urine, atau air liur tikus yang terinfeksi, termasuk debu yang mengandung virus. Gejala infeksi mirip flu berat, seperti demam, pusing, dan nyeri otot, yang dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius.
Dinkes Bali mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah populasi tikus, serta berhati-hati saat membersihkan ruangan bekas dihuni tikus. Penggunaan masker dan sarung tangan dianjurkan untuk mencegah penularan.
Selain itu, Dinkes Bali memperkuat koordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota dan fasilitas kesehatan di seluruh Bali. Pengetatan skrining juga dilakukan terhadap pekerja migran dan kru kapal pesiar yang kembali ke Bali, serta sosialisasi penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat terus digalakkan.
“Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI guna memantau perkembangan situasi secara real-time,” ujarnya.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

