India Terapkan WFH untuk Hemat BBM dan Devisa Negara

India di Delhi terapkan WFH dan larangan dinas luar negeri untuk hemat BBM dan devisa negara.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Pemerintah India, khususnya di wilayah Delhi, menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) selama dua hari dalam seminggu untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, kebijakan melarang perjalanan dinas ke luar negeri untuk seluruh pejabat juga diterapkan guna mengurangi pengeluaran devisa negara di tengah krisis energi yang disebabkan oleh konflik di Asia Barat.

Ketua Menteri Delhi, Rekha Gupta, menyampaikan kebijakan ini melalui kampanye publik bertajuk “Mera Bharat, Mera Yogdaan”. Ia menegaskan bahwa Departemen Tenaga Kerja akan mengawasi pelaksanaan aturan tersebut untuk memastikan pengurangan konsumsi bensin dan diesel tercapai secara maksimal.

“Sebagai bagian dari rencana ini, perusahaan swasta akan disarankan untuk mengizinkan karyawan bekerja dari rumah selama dua hari seminggu jika memungkinkan, sementara kantor pemerintah juga akan mengadopsi pengaturan serupa. Departemen Tenaga Kerja akan memantau implementasi di sektor swasta,” ujarnya dilansir Hindustan Times, Kamis (14/5/2026).

Kebijakan ini merupakan respons atas imbauan Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang meminta warga untuk membatasi perjalanan tidak penting dan mengonsumsi bahan bakar secara bijak. Gangguan pengiriman minyak di Selat Hormuz akibat situasi geopolitik menjadi faktor utama ancaman ketahanan energi nasional.

Pemerintah juga memperkenalkan jam kantor bertahap guna mengurangi kemacetan sekaligus menghemat bahan bakar. Selain itu, pemerintah memberlakukan penghentian pembelian kendaraan dinas baru berbahan bakar bensin, diesel, maupun hibrida selama enam bulan ke depan, dan suhu pendingin ruangan (AC) di kantor instansi pemerintah diatur pada kisaran 24°C hingga 26°C untuk menekan konsumsi listrik nasional.

Terkait efisiensi anggaran, larangan perjalanan dinas ke luar negeri bagi menteri dan pejabat berlaku selama satu tahun penuh. Pemerintah juga memutuskan untuk meniadakan penyelenggaraan acara publik dan konferensi besar dalam tiga bulan ke depan guna memangkas pengeluaran fiskal. Langkah-langkah ini termasuk menyarankan pejabat pemerintah dan menteri untuk naik metro pada hari Senin.




Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com