Jakarta Jajaki Kerjasama dengan Goldfinch untuk Investasi Film

Jakarta berencana kerjasama dengan Goldfinch untuk memperkuat sektor film lokal dengan investasi global.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Antara – Top News

ZONAUTARA.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menjajaki kerja sama investasi di industri perfilman dengan Goldfinch International Ltd., sebuah perusahaan berbasis di London. Langkah ini bertujuan untuk mengembangkan ekosistem film di Jakarta hingga dapat bersaing pada tingkat global. Penandatanganan nota kesepahaman antara PT Jakarta Experience Board dan Goldfinch dilakukan di Jakarta Pavilion, Marché du Film, disaksikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dan Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI Ahmad Mahendra di Cannes, Prancis, pada Kamis (14/5/2026).

Rano Karno menyatakan keyakinannya bahwa kerja sama ini dapat membuka peluang baru dalam pengembangan industri film Jakarta serta memberikan dampak ekonomi yang signifikan. “Saya yakin penjajakan kerja sama ini akan membuka peluang baru untuk pengembangan industri film di Jakarta dan tentunya akan memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi Kota Jakarta,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Ruang lingkup kerja sama yang dijajaki mencakup pertukaran pengetahuan terkait ekosistem film, pengembangan talenta, pembangunan infrastruktur perfilman, hingga kajian kebijakan penerapan insentif industri film. Rano menambahkan, kolaborasi dengan mitra global dapat membuka banyak peluang.

Chief Operating Officer Goldfinch International Ltd., Phill McKenzie, mengungkapkan optimismenya terhadap Jakarta yang memiliki potensi besar sebagai pusat film, tidak hanya di Asia Tenggara, tetapi juga di Asia. “Saya sudah berkeliling di negara dunia bagian selatan, dan Indonesia, dalam hal ini Jakarta, bertumbuh sangat pesat di industri konten. Saya harap ini bisa menjadi langkah kerja sama yang baik untuk bersama membangun ekosistem film yang kuat,” ujarnya.

Goldfinch telah mendanai lebih dari 300 judul film dengan kekuatan modal lebih dari 300 juta dolar AS. Mereka juga berkontribusi dalam penguatan ekosistem film di negara lain, termasuk Qatar dan Thailand, serta mengembangkan teknologi produksi film dengan pemanfaatan AI engine.




Diolah dari laporan Antara.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com