ZONAUTARA.com – Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah pejabat ekonomi dari masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono untuk berbagi pengalaman mereka dalam menghadapi krisis ekonomi 2008. Pertemuan ini berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang mendampingi Prabowo dalam pertemuan tersebut, mengungkapkan bahwa sejumlah mantan menteri dan Gubernur Bank Indonesia diundang untuk berbagi pandangan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga hadir dalam pertemuan tersebut.
“Saya didampingi oleh Pak Menteri Keuangan Pak Purbaya, tadi mendampingi Bapak Presiden menerima beberapa tokoh yang pernah menjadi menteri atau gubernur Bank Indonesia,” kata Airlangga. Beberapa tokoh yang hadir di antaranya adalah mantan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah, mantan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Paskah Suzetta, dan mantan Wakil Menteri PPN Lukita Dinarsyah Tuwo.
Airlangga menjelaskan bahwa para tokoh tersebut berbagi pengalaman mereka terkait inflasi yang saat itu mencapai sekitar 17 persen dan gejolak nilai tukar akibat kenaikan harga minyak dunia pada tahun 2005. Saat itu, harga minyak dunia sempat menyentuh 140 dolar AS per barel dan menyebabkan inflasi melonjak hingga 27 persen.
“Kalau kita cek dengan konteks hari ini, relatif situasi makro kita lebih baik, fundamental lebih kuat, dan depresiasi rupiah itu sekitar 5 persen. Jadi jauh lebih rendah dari berbagai kasus sebelumnya,” ujar Airlangga. Presiden Prabowo meminta pemerintah untuk memantau regulasi guna memperkuat sektor keuangan dan menjaga kehati-hatian perbankan nasional.
Diolah dari laporan Antara.

