ZONAUTARA.com – Bank Negara Indonesia (BNI) memperluas bisnisnya ke luar negeri dengan menambah 10 cabang di delapan negara, sebagai bagian dari upayanya membantu pengusaha lokal memasuki pasar internasional. Langkah ini diumumkan di Jogja Financial Festival 2026 yang berlangsung pada 22-23 Mei 2026, berkolaborasi dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan CNBC Indonesia.
Acara ini menyajikan dialog dengan para pimpinan bank nasional yang membahas peran perbankan dalam perekonomian Indonesia. Direktur Treasury & International Banking BNI, Abu Santosa Sudradjat, memaparkan bahwa kehadiran cabang BNI di berbagai negara bertujuan untuk menjadi gerbang bagi dunia usaha Indonesia dalam memperluas bisnis ke pasar internasional.
Selain itu, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, mengungkapkan peran digitalisasi melalui BRImo yang meningkatkan transaksi harian hingga Rp 32 triliun. Digitalisasi dianggap sebagai pendorong transformasi bisnis bank untuk memenuhi kebutuhan nasabah.
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu, juga menambahkan mengenai layanan perbankan bagi masyarakat unbanked melalui sektor perumahan dengan KPR Subsidi yang menawarkan pembiayaan dengan bunga rendah dan uang muka ringan.
Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Anggoro Eko Cahyo, menyoroti peran bank syariah dalam memajukan UMKM dan membangun ekonomi yang adil serta berkelanjutan.
Keberagaman strategi dan pendekatan yang dipaparkan dalam acara tersebut menunjukkan komitmen bank-bank nasional dalam mendukung perekonomian melalui berbagai layanan dan inovasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

