Jemaah Meninggal Sebelum Wukuf Akan Dibadalkan oleh Petugas Haji

Petugas Haji akan membadalkan jemaah yang meninggal sebelum wukuf, sesuai kebijakan PPIH Arab Saudi.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Tirto.id

ZONAUTARA.com – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan bahwa jemaah yang meninggal sebelum pelaksanaan wukuf di Arafah akan mendapatkan badal haji. PPIH telah menyusun daftar petugas yang bertugas untuk melaksanakan badal haji ini sesuai dengan teknik yang diatur dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah (KMHU) Nomor 68 terkait Safari Wukuf dan Badal Haji.

Erti Herlina, Kepala Seksi Pembimbing Ibadah dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (Bimbad dan KBIHU) Daerah Kerja Makkah, menjelaskan kepada Tim Media Center Haji (MCH) di Makkah pada Sabtu (23/5/2026), bahwa KMHU 68 memberikan pedoman mengenai kriteria persyaratan bagi pembadal dan yang dibadalkan. Regulasi ini telah diturunkan ke dalam Surat Keputusan PPIH Arab Saudi Nomor 21 tentang Tim Pelaksana Badal Haji yang terdiri dari tim bimbad, kesehatan, lansia, dan disabilitas (landis).

“Di sana [KMHU 68] ditentukan kriteria persyaratan dan yang lain-lain, baik itu untuk pembadal maupun yang dibadalkan,” kata Erti.

Erti menerangkan bahwa setelah nama-nama pembadal di-SK-kan, surat tugas dari Kepala Daerah Kerja Makkah akan diberikan kepada mereka untuk melaksanakan badal haji. Surat ini akan memastikan siapa yang membadalkan siapa, sehingga ada kepastian dan pertanggungjawaban terkait jemaah yang dibadalkan.

Kriteria jemaah yang dibadalkan meliputi mereka yang meninggal di Arab Saudi, baik di Madinah maupun Makkah, serta jemaah yang meninggal di embarkasi atau embarkasi antara. Ada 79 jemaah yang diharapkan untuk dibadalkan, dengan rincian 75 jemaah meninggal di Madinah dan Makkah, sementara 4 lainnya meninggal saat di embarkasi. Selain jemaah yang meninggal, jemaah yang dirawat di rumah sakit dengan kemungkinan sembuh yang kecil juga akan dibadalkan.

“Dalam dua hari ini, mungkin tidak bisa sembuh, keluar dari rumah sakit karena kondisinya yang tidak mungkin sembuh, kita masukkan ke lis terlebih dahulu,” tambah Erti. Hingga saat ini, telah ada 585 petugas yang disiapkan untuk menjadi pembadal. “Mudah-mudahan tidak terpakai,” harap Erti.

Diolah dari laporan Tirto.id.




⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com