ZONAUTARA.com – Angkatan Bersenjata Kuwait pada Kamis pagi menyatakan bahwa pertahanan udara negara tersebut kini menghadapi ancaman rudal dan drone dari musuh. Langkah ini diambil seiring meningkatnya ketegangan di kawasan, terutama dengan rapuhnya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
“Setiap ledakan yang mungkin terdengar adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat target musuh,” demikian pernyataan militer Kuwait di hari yang sama. Dengan adanya ancaman ini, masyarakat setempat diimbau untuk mengikuti setiap instruksi keselamatan dan keamanan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.
Kondisi di Timur Tengah mengalami peningkatan ketegangan sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada bulan Februari lalu. Sebagai respon, Teheran meluncurkan serangan balasan terhadap Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk serta menutup Selat Hormuz.
Sebuah gencatan senjata yang dimediasi Pakistan diberlakukan mulai 8 April dan kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden AS Donald Trump. Namun, situasi tetap tegang dengan adanya aktivitas militer di beberapa titik krusial.
Masyarakat internasional mengamati dengan cemas perkembangan di kawasan ini, mengingat potensi dampak luas jika konflik berkepanjangan terjadi. Upaya diplomatik diharapkan dapat meredakan situasi yang semakin memanas.
Diolah dari laporan Antara.

