ZONAUTARA.com – Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, menyatakan bahwa pernyataan Abu Janda yang mengaitkan Sumatera Barat dengan perilaku barbar adalah keliru dan menyederhanakan peradaban yang kompleks. Pernyataan tersebut tidak hanya menyinggung, tetapi juga mengabaikan nilai-nilai budaya Sumbar yang dijunjung tinggi, seperti “Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah,” ungkap Vasco dalam unggahannya di Instagram pada Sabtu (30/5).
Menurut Vasco, Sumbar selama ini menjunjung tinggi etika, musyawarah, dan keseimbangan antara adat dengan agama. Ia menambahkan bahwa Sumatera Barat telah melahirkan banyak tokoh dan pemimpin bangsa yang berbasis pada tradisi dan sistem adat kultural.
Dalam situasi ini, Vasco mengimbau warganya untuk merespons pernyataan tersebut dengan kepala dingin dan tidak dengan kemarahan berlebih. “Respons yang berlebihan berpotensi memperbesar masalah,” jelas Vasco, mengingatkan bahwa tanggapan proporsional akan menunjukkan kematangan sosial warga Sumbar.
Di tingkat nasional, pernyataan Abu Janda telah berujung pada laporan oleh Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) yang teregister di Bareskrim Polri, dengan dugaan penyebaran ujaran kebencian berbasis SARA. Abu Janda, atau Permadi Arya, membantah tuduhan tersebut, menegaskan bahwa ia tidak menghina warga Sumbar.
Vasco menutup dengan mengatakan bahwa menyebut Sumbar sebagai barbar tampak serampangan dan meminta masyarakat untuk membuktikan sebaliknya dengan bertindak bermartabat dan berakar kuat pada nilai-nilai budaya.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

