Kisah Putin Menjadi Ahli Citra Diri

Bagaimana Vladimir Putin memanfaatkan citra visual untuk mengkonsolidasikan kekuasaannya di Rusia.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: BBC News

ZONAUTARA.com – Sepanjang masa kepemimpinannya sebagai Presiden Rusia, Vladimir Putin selalu menyadari kekuatan gambar visual. Pertama kali saya mewawancarainya pada tahun 2001, seorang ajudan hadir tepat sebelum kamera menyala dan menghentikan penggunaan gelas air kecil di atas meja.

Saat saya bertanya alasannya, ia menjawab, “Kami tidak ingin seseorang berpikir itu untuk vodka. Dan juga, kami tak bisa mengambil risiko gelas tumpah di TV. Televisi adalah bom atom dalam hal publikasi.”

“Semua orang di Rusia, terutama Putin, menyadari bahwa TV adalah kunci untuk konsolidasi kekuasaan,” kata penulis dan analis politik Peter Pomerantsev.

Dari seorang siswa hingga pemimpin Rusia terlama sejak Joseph Stalin, Putin telah mengubah Rusia dari demokrasi yang rapuh menjadi negara yang berpusat pada dirinya sebagai presiden. Dia juga mengubah dirinya secara dramatis.

Pada awalnya, foto-fotonya menunjukkan sosok yang kurus dan malu-malu yang tampaknya waspada terhadap kamera. Namun, ketertarikannya pada kekuatan citra jauh sebelum dia naik ke tampuk kekuasaan. Sebagai anak dari era televisi, model peran Putin adalah pahlawan mata-mata dari serial TV Soviet.




Sebagai operatif KGB dan kemudian sebagai aparatur yang rajin, dia menghindari perhatian. Ketika tahun 1999 ia menjadi presiden sementara, ia dan penasihat PR-nya sadar akan pentingnya citra. Putin juga membentuk citra seorang yang tidak terlalu suka minum minuman keras, berbeda dengan pendahulunya, Boris Yeltsin, yang sering memperlihatkan tingkah laku mabuk di depan publik.

Putin seringkali menampilkan diri dalam aksi-aksi yang aktif, seperti mengenakan helm pilot untuk menerbangkan pesawat jet tempur serta memamerkan keahliannya dalam judo. Gambar paling terkenal mungkin adalah serangkaian foto sejak 2007 yang menunjukkan dirinya bertelanjang dada mengendarai kuda atau menangkap ikan, memproyeksikan sosok yang maskulin.

“Untuk satu audiens, ini terlihat kasar tapi kami melakukannya dengan cara yang ironis, sehingga terlihat keren. Untuk audiens lain, ini menunjukkan Rusia harus dipimpin oleh pahlawan yang tangguh,” tambahkan Pomerantsev. Menurut Fiona Hill, Putin adalah trendsetter dan telah membentuk citra presiden populis pertama era modern.

Diolah dari laporan BBC News.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com