ZONAUTARA.com – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Amerika Serikat menegaskan kesiapan untuk melancarkan operasi militer terhadap Iran jika upaya diplomatik tidak menghasilkan kesepakatan. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyampaikan bahwa kemampuan militer AS tetap berada pada tingkat kesiapan tinggi untuk menghadapi berbagai kemungkinan di Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan saat negosiator Washington dan Teheran berupaya menjembatani perbedaan yang menghalangi tercapainya kesepakatan. Hegseth menegaskan, “Kemampuan kami untuk memulai kembali jika diperlukan… kami lebih dari mampu,” katanya di Singapura, mengutip Reuters pada Minggu (31/5/2026).
Menurut Hegseth, persediaan amunisi dan kekuatan tempur AS cukup untuk mendukung operasi militer. “Persediaan kami lebih dari cukup untuk itu, baik di sana maupun di seluruh dunia, jadi kami berada dalam posisi yang sangat baik,” imbuhnya. Meski demikian, Hegseth menekankan bahwa AS tidak mengurangi fokus strategisnya di kawasan Indo-Pasifik.
Ia menyebut AS tengah mempercepat produksi industri pertahanan untuk meningkatkan kapasitas persenjataan dan memastikan kebutuhan operasional militer terpenuhi. “Kami dapat melakukan dua hal sekaligus. Kami sedang memperkuat basis industri pertahanan kami sehingga kami akan segera memproduksi amunisi 2 kali, 3 kali, 4 kali lipat,” ungkap Hegseth. Presiden Donald Trump menyatakan komitmen untuk mencapai kesepakatan besar yang memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir.
Trump menyebutkan rencana untuk mengadakan pertemuan di ruangan aman di Gedung Putih guna mengambil keputusan akhir terkait proposal mengakhiri perang di Iran. Konflik yang melibatkan AS dan Israel sejak 28 Februari telah menewaskan ribuan orang di Iran dan Lebanon serta menyebabkan kenaikan harga energi global.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

