ZONAUTARA.com – Pedagang warteg di kawasan Senen, Jakarta Pusat, mengalami penurunan jumlah pembeli selama libur panjang Idul Adha 1447 H atau tahun 2026. Beberapa warteg tampak sepi dari pengunjung maupun pesanan makanan untuk dibawa pulang.
Amirah, salah satu pedagang warteg, mengeluhkan hari libur panjang mulai Rabu hingga Senin menyebabkan berkurangnya pelanggan, yang mayoritas adalah mahasiswa dan pekerja kantoran di sekitar wilayah Senen. “Biasanya pelanggan di sini ya pekerja sekitar sini, daerah Senen dan Kramat, cuma mungkin karena hari kejepit ya, jadi pada ambil cuti, jadi sepi. Juga mahasiswa yang biasa beli di sini lagi enggak ada, mungkin pada pulang kampung ya,” katanya saat ditemui CNBC Indonesia.
Amirah mengungkapkan bahwa sebelum libur panjang pun, jumlah pembeli sudah mulai menurun akibat kenaikan harga bahan makanan. Masalah ini mengakibatkan penjualan lauk-lauk di wartegnya tidak habis hingga sore hari. Ia menyatakan “Hari biasa aja sudah turun 40%, apalagi ini libur panjang, hampir enggak ada pemasukan, hampir ya, kemudian lauk jadi lama habisnya, mana harga-harga seperti minyak goreng sama cabai makin mahal,” ujarnya.
Namun, Kusuma, pedagang warteg lainnya, memiliki pengalaman berbeda. Wartegnya yang terletak di dekat jalan raya masih menerima cukup banyak pembeli walaupun tidak sebanyak hari kerja biasa. “Alhamdulillah, yang beli tetap ada kok, ya walaupun dibanding hari kerja memang agak turun, masih kebantu dari ojek online,” kata Kusuma.
Terlepas dari itu, baik Amirah maupun Kusuma sepakat bahwa kenaikan harga bahan makanan telah mengurangi daya beli masyarakat. Menurut Kusuma, “Omzet turun 30%, pembeli turun, tapi harga bahan makanan makin mahal, sekarang yang makan langsung di sini termasuknya sudah berkurang.”
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

