ZONAUTARA.com – Pemerintah Kota Bandung meluncurkan Program Rehabilitasi Ruang Publik dan Ruang Terbuka Hijau (Rindu Rindang) untuk menghadapi krisis air dan bencana hidrometeorologi. Penanaman pohon perdana dilakukan di RW 09, Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung, Rabu (22/7).
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan bahwa penanaman pohon adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan daya dukung lingkungan. “Kalau dibandingkan antara pembangunan fisik dengan penghijauan memang masih jauh, tetapi upayanya tidak boleh berhenti. Ruang terbuka hijau kita masih di bawah 15%.” ujar Farhan.
Farhan menekankan keberhasilan lingkungan bergantung pada kolaborasi pemerintah dan masyarakat. Ia mengapresiasi warga RW 09 Pasirwangi yang memulai gagasan penghijauan ini. “Saya selalu mengatakan, kalau masyarakat sudah punya inisiatif, pemerintah siap mendukung,” jelasnya.
Menurut Farhan, tantangan utama adalah menjaga lahan hijau dari tekanan pembangunan. “Kota Bandung membutuhkan investasi, tetapi kita juga membutuhkan lingkungan yang tetap lestari,” terangnya. Ia mengajak masyarakat melihat penghijauan sebagai bagian dari mitigasi bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengatakan penghijauan lebih efektif daripada mengandalkan distribusi air bersih. “Solusi permanennya adalah meningkatkan resapan air melalui penghijauan,” kata Didi. BPBD juga menerapkan metode irigasi kapiler untuk menjaga kelembapan tanah selama kemarau.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

