ZONAUTARA.com – Kementerian PPN/Bappenas berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sekaligus menurunkan emisi karbon di Indonesia. Upaya ini sejalan dengan agenda transformasi ekonomi dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), yang salah satunya melalui penerapan ekonomi hijau dengan target pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029.
“Nanti diharapkan nanti di 2029 ini bisa tercapai, tapi memang kebutuhan ataupun requirement untuk mencapai ini cukup tinggi konsekuensinya, jadi harus ada tambahan investasi 17% dari yang biasa kita investasikan kita peroleh, ekspor juga harus meningkat lebih dari 11% per tahun dari tingkat ekspor yang selama ini kita miliki,” ujar Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Nizhar Marizi.
Implementasi ekonomi hijau ini bertujuan untuk menyeimbangkan kesejahteraan nasional dan keberlanjutan lingkungan dengan fokus pada investasi, modal, infrastruktur, dan pengembangan keterampilan. Konsep ini mendorong peningkatan pendapatan setara dengan negara maju, namun tetap menargetkan penurunan emisi karbon.
“Berarti kan kita harus more GDP, GDP kita harus naik, tapi juga kita punya target untuk menurunkan intensitas emisi,” kata Nizhar. Salah satu strategi adalah menggencarkan hilirisasi sumber daya alam dengan tetap memperhatikan emisi.
Deputi Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo Teguh Sambodo, menyebut perlunya pengurangan ketergantungan pada komoditas mentah dengan mengolahnya menjadi produk bernilai tambah agar dapat meningkatkan ekspor dan pendapatan masyarakat. Usaha ini juga mencakup membangun ketahanan nasional mandiri melalui swasembada pangan, energi, dan air.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

