ZONAUTARA.com – Kasus kematian diduga akibat keracunan sate mencuat di Boyolali, setelah seorang perempuan paruh baya berinisial A ditemukan tewas di rumahnya pada 19 Mei 2026. Korban disebutkan menyantap sate yang dikirim oleh ojol tanpa identitas pengirim yang jelas. Korban berusia 57 tahun ini ditemukan dalam kondisi tidak wajar.
Seorang warga Desa Sindon, Ngemplak, Boyolali menemukan korban A pertama kali yang sudah meninggal. Tanda-tanda kematian tidak wajar terlihat pada tubuh korban, seperti bibir yang membiru serta mulut yang berbusa, dengan pakaian korban dipenuhi muntahan. Kejadian ini menyeret dugaan keracunan publik setelah ditemukan lima ayam di sekitar rumah korban mati secara misterius.
Keluarga korban awalnya tidak menduga A meninggal akibat pembunuhan, namun mulai mencurigai setelah munculnya tanda-tanda keracunan pada jenazah serta kematian ayam-ayam tersebut. Dugaan makin kuat setelah diketahui korban mendapatkan kiriman sate misterius sebelum meninggal.
Pada 21 Mei 2026, keluarga melaporkan kecurigaan ini ke Polsek Ngemplak, yang kemudian diteruskan ke Polres Boyolali pada 25 Mei 2026. Mekanisme hukum dilakukan dengan ekshumasi pada 30 Mei 2026 oleh tim gabungan dari Polres Boyolali dan Polda Jateng. Investigasi forensik untuk menentukan penyebab kematian masih berlangsung.
Menurut Kapolres Boyolali, AKB Indra Maulana Saputra, pihaknya masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian A. “Kami belum bisa menyimpulkan. Indikasinya banyak, bisa karena sakit atau lainnya. Kami masih menunggu,” ujarnya kepada Tempo. Sampel lima bangkai ayam juga diperiksa meski statusnya sebagai ayam liar belum bisa memberikan informasi pasti.
Anak kedua korban, berinisial L, mengonfirmasi bahwa pengiriman sate terkait dicatat atas nama dirinya, meskipun ia mengaku tidak pernah mengirim sate tersebut. L sempat mengingatkan ibunya bahwa sate yang dikirim bukan berasal darinya dan melarang untuk dimakan. Namun, sehari setelahnya, korban ditemukan tewas, diduga akibat memakan sate tersebut.
Diolah dari laporan Tirto.id.

