ZONAUTARA.com – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin P. Octavianus menyatakan bahwa pencegahan merokok pada usia muda perlu dimasukkan secara masif ke dalam lingkungan sekolah, bahkan dipertimbangkan untuk menjadi bagian dari kurikulum pendidikan formal. Langkah ini akan memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai bahaya merokok.
“Kalau kita tahu usianya 14 tahun [mulai merokok], maka gerakan ini harus dimulai di SMP secara masif,” kata Benjamin dalam keterangannya, Kamis (4/6). Ia menekankan pentingnya edukasi kesehatan yang ilmiah agar anak-anak dan remaja mengerti dampak kesehatan dari merokok sejak dini.
Menanggapi penggunaan rokok elektronik dan vape yang semakin populer di kalangan anak muda, Benny, sapaan akrab Benjamin, memperingatkan bahwa produk tersebut tidak aman. Ia menyebutkan bahwa nikotin dan aerosol dalam rokok elektronik dapat menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan dan merusak paru dalam jangka panjang.
“Kerusakannya sama dengan merokok, enggak ada bedanya. Dampaknya terhadap kerusakan paru maka fungsi paru kita pasti akan menurun,” tegasnya. Ia mengajak generasi muda untuk menjadikan kesehatan sebagai prioritas menuju Indonesia Emas 2045.
Benjamin menambahkan bahwa edukasi yang tepat akan membantu remaja mengambil keputusan sehat. “Kalau kalian ingin berprestasi, siapa sih yang enggak ingin hidup sehat? Saya yakin generasi muda kita akan menjadi generasi emas di tahun 2045. Mereka harus peduli bahwa kesehatan itu sangat penting karena mereka calon pemimpin masa depan,” pungkasnya.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

