Putusan 24 Tahun Penjara Bagi Pemerkosa Paul Quinn Dicap ‘Penghinaan’ oleh Korban Salah Hukum

Paul Quinn dijatuhi hukuman 24 tahun penjara, disebut "penghinaan" oleh Andrew Malkinson, korban salah hukum 17 tahun.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: BBC News

ZONAUTARA.com – Paul Quinn, seorang pelaku pemerkosaan yang menyebabkan Andrew Malkinson dipenjara selama 17 tahun, telah dijatuhi hukuman penjara 24 tahun. Malkinson, yang secara salah dihukum, menganggap hukuman ini sebagai “penghinaan”. Kasus kesalahan pengadilan ini merupakan salah satu yang terburuk dalam sejarah peradilan Inggris.

Paul Quinn, 52 tahun, menyerang seorang wanita di Little Hulton, Salford pada tahun 2003. Namun, Malkinson secara salah divonis tahun berikutnya. Sidang di Pengadilan Mahkota Manchester mengungkap bahwa DNA Quinn kemudian ditemukan pada rompi korban. Selain itu, Quinn diketahui mencari informasi secara daring tentang durasi penyimpanan sampel oleh kepolisian.

Ayah dari enam anak yang berasal dari Exeter, Devon, dan sebelumnya bermukim di Little Hulton ini, juga dinyatakan bersalah pada April atas tuduhan pencekikan dan menyebabkan cedera tubuh parah. Korban, yang oleh hakim disebut sebagai “pahlawan”, menyatakan dampak dari pemerkosaan tersebut akan “terus membekas dalam hidup saya”.

Quinn menerima vonis 24 tahun yang terdiri dari 21 tahun penjara dan tiga tahun masa percobaan. Dia bisa mengajukan pembebasan bersyarat dalam 14 tahun, lebih singkat dari hukuman yang dijalani Malkinson. Setelah sidang, Malkinson menyuarakan kemarahan: “Saya merasa dihina bahwa individu keji ini menerima hukuman yang lebih ringan dibandingkan saya, pria yang tidak bersalah.”

Sementara itu, penghukuman Malkinson—yang dijatuhkan hukuman penjara seumur hidup dan menghabiskan lebih dari 17 tahun di dalam penjara—baru dicabut oleh Pengadilan Banding pada tahun 2023. Korban kejahatan Quinn menangis di pengadilan saat pernyataan dampak korban dibacakan, menyadari bahwa dua kehidupan telah terpengaruh oleh serangan tersebut.




Diolah dari laporan BBC News.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com