ZONAUTARA.com – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan tema nasional ‘Saatnya Beraksi untuk Iklim’, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mempercepat pelaksanaan program pengurangan emisi karbonnya. Langkah ini sejalan dengan upaya nasional Indonesia dalam mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK).
Jasa Marga, sebagai pengembang dan operator jalan tol terbesar di Indonesia, mengintegrasikan kebijakan berwawasan lingkungan ke dalam seluruh aktivitas operasionalnya. Kontribusi ini diwujudkan melalui pemantauan dan peringatan dini cuaca ekstrem, penguatan infrastruktur tahan bencana, penyediaan ruang terbuka hijau, hingga penggunaan material jalan tol tahan panas. Upaya lain termasuk konservasi air, penggunaan kendaraan listrik operasional, pemanfaatan panel surya, dan penghematan bahan bakar minyak (BBM).
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa mereka memperkuat gerakan lingkungan ini melalui penyusunan ‘Roadmap Net Zero Emission’ (NZE), yang berfungsi sebagai acuan baku untuk pencapaian target emisi internal perusahaan. “Penyusunan ‘Roadmap’ NZE ini merupakan manifestasi dari komitmen Jasa Marga untuk berperan aktif dalam upaya nasional menghadapi krisis iklim global,” ujar Rivan.
Komitmen Jasa Marga ini juga terlihat dari langkah nyata selama tahun 2025, termasuk penanaman 31.130 pohon di berbagai wilayah operasional. Pada 2026, upaya ini akan terus digencarkan. Pencapaian lainnya adalah bertambahnya sertifikasi Green Toll Road Indonesia menjadi total empat jalan tol, serta pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas penggunaan ‘Hybrid Wind Tree’ di Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi.
Jasa Marga juga mempercepat penyediaan infrastruktur kendaraan listrik di sepanjang jalan tol mereka. Salah satu upaya adalah penambahan SPKLU yang kini berjumlah 144 titik layanan di seluruh rest area. Dukungan Jasa Marga terhadap transisi energi hijau ini diharapkan dapat mendorong masyarakat beralih ke energi bersih.
Diolah dari laporan Detik.

