ZONAUTARA.com – Ken Arok, sosok jagoan dari wilayah Jawa Timur pada abad ke-13, dikenal sebagai sosok yang menempuh berbagai cara untuk meraih ambisinya sebagai penguasa. Kisah hidupnya yang penuh intrik dan kesungguhan ini berakhir dengan kejatuhan tragis.
Ken Arok, yang sering disebut juga sebagai Ken Angrok, menurut catatan kitab Pararaton dari abad ke-16, lahir dari keluarga petani dan kemudian dibesarkan oleh seorang pencuri. Kehidupan di lingkungan yang keras membentuk Ken Arok menjadi sosok penuh talenta dalam perjudian, pencurian, dan pembunuhan, yang kemudian membuatnya dikenal luas di Tumapel.
Keberanian dan kedekatannya dengan Tunggul Ametung, penguasa Tumapel saat itu, mengangkat Ken Arok sebagai orang kepercayaan. Ambisi Ken Arok untuk berkuasa mendorongnya untuk mengambil langkah strategis lebih lanjut, yaitu menikahi Ken Dedes, istri Tunggul Ametung. Sebagai bagian dari rencananya, ia memesan sebuah keris dari Empu Gandring yang kelak digunakan untuk membunuh Tunggul Ametung.
“Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu,” tulis CNBC Indonesia.
Kisah premanisme dan tipu daya Ken Arok membawanya ke puncak kekuasaan sebagai raja pertama Kerajaan Singasari sejak tahun 1222. Namun, masa pemerintahannya yang berlangsung hingga 1247 M dan melebarkan kekuasaannya ke wilayah Jawa Timur, berakhir tragis ketika ia dibunuh oleh Anusapati, anak kandung Tunggul Ametung, sebagai balas dendam atas kematian ayahnya.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

