ZONAUTARA.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa saat ini pemerintah belum memutuskan mengenai pemberian insentif bagi masyarakat terkait dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, yaitu Pertamax dan Pertamax Green. Meskipun demikian, Bahlil mengakui bahwa pemerintah sedang melakukan kajian yang berkaitan dengan insentif ini.
“Kita belum ada keputusan sama sekali, kita lagi lakukan kajian,” kata Bahlil ketika ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis malam (11/6/2026).
Bahlil menjelaskan bahwa saat ini pemerintah sedang mempertimbangkan berbagai alternatif insentif, dengan fokus utama tetap pada masyarakat ekonomi bawah. Menurutnya, masyarakat yang menggunakan BBM non-subsidi umumnya memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok ekonomi yang masih menerima subsidi.
“Yang penting adalah kita itu menjaga saudara-saudara kita yang ekonomi ke bawah. Ini subsidi sementara yang non subsidi ini saudara-saudara kita yang punya kemampuan ekonomi jauh lebih baik dari saudara-saudara yang memang harus disubsidi,” tambah Bahlil.
Bahlil juga menegaskan bahwa jika insentif disetujui, maka itu akan difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga saat ini. Ia menyebut bahwa kenaikan harga BBM non-subsidi sudah disesuaikan dengan harga pasar. Perhitungannya, lanjut Bahlil, telah dilakukan secara bijak antara PT Pertamina dan badan usaha lainnya serta pelaku usaha.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

