ZONAUTARA.com – Sejumlah kementerian dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengajukan permintaan tambahan anggaran untuk tahun 2027 dalam rapat kerja dengan DPR mengenai Pembicaraan Pendahuluan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2027.
Salah satu yang mengajukan tambahan anggaran adalah Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, yang meminta alokasi ekstra sebesar Rp1,59 triliun. Dengan tambahan ini, total anggaran Kementerian Perindustrian pada 2027 diharapkan mencapai Rp3,6 triliun, dari pagu indikatif awal Rp2,04 triliun.
Menperin Agus menyatakan bahwa dana tambahan tersebut akan digunakan untuk berbagai program strategis, termasuk restrukturisasi mesin industri, penguatan industri kecil dan menengah, hilirisasi sumber daya alam, pendidikan vokasi, serta pengembangan sistem informasi industri. “Karena itu kami mengusulkan kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp1,59 triliun untuk memperkuat pelaksanaan program-program prioritas yang berdampak langsung bagi peningkatan produktivitas, daya saing, program hilirisasi, penguatan industri kecil menengah, pengembangan sumber daya manusia industri, serta transformasi industri nasional,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR.
Selain itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman juga memohon tambahan dana sebesar Rp22,43 triliun dari total pagu indikatif Rp23,23 triliun. Anggaran tambahan ini akan difokuskan pada Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) yang menyasar sektor komoditas pangan strategis seperti gabah, jagung, kedelai, kelapa sawit, tebu, kopi, dan produk pertanian lainnya.
Mentan Andi menjelaskan, “Rancangan program prioritas Kementerian Pertanian tahun 2027 diarahkan untuk mendukung salah satu dari 8 klaster PKPN yaitu klaster kedaulatan pangan.” Penambahan anggaran juga diminta oleh Badan Pangan Nasional dengan jumlah Rp17,73 triliun untuk mendukung target pembangunan pangan nasional.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

