Dinasti Mataram Islam Dukung KGPH Hangabehi sebagai Paku Buwono XIV

Keluarga besar Dinasti Mataram Islam sepakat mendukung KGPH Hangabehi sebagai Paku Buwono XIV dengan petisi resmi.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Media Indonesia

ZONAUTARA.com – Momentum bersejarah terjadi di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat ketika keluarga besar Dinasti Mataram Islam secara resmi menyatakan dukungan untuk KGPH Hangabehi menjadi penerus takhta dengan gelar Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV. Pernyataan dukungan tersebut dibuat dalam petisi yang dibacakan oleh Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta, GKR Koes Moertiyah Wandansari, pada malam 12 Juni 2026.

Petisi ini dibacakan dalam acara yang dihadiri oleh jajaran sentonodalem serta perwakilan trah keturunan Paku Buwono, mencerminkan persatuan yang kembali terbentuk dalam keraton. GKR Koes Moertiyah, atau yang dikenal dengan Gusti Moeng, menekankan bahwa penetapan putra sulung PB XIII ini adalah hasil dari proses panjang yang melibatkan pertimbangan adat, musyawarah keluarga, dan penguatan aspek hukum negara sejak 13 November 2025.

“Dukungan kepada KGPH Hangabehi, yang memiliki nama kecil BRM Suryo Suharto, merupakan tindak lanjut dari kesepakatan keluarga besar Dinasti Mataram. Ini adalah wujud persatuan untuk menjaga keberlangsungan sejarah panjang Keraton Surakarta,” ujar Gusti Moeng.

Berbeda dari suksesi sebelumnya, penetapan kali ini didukung dengan landasan hukum kuat, termasuk berita acara resmi, akta notaris, dan putusan pengadilan. Langkah ini diambil untuk mengurangi konflik dan memberikan kepastian hukum bagi keraton. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI juga telah mengeluarkan keputusan mengenai legalitas penggunaan gelar SISKS Paku Buwono XIV oleh Hangabehi.

Dengan adanya petisi ini, keluarga besar siap bergotong royong mempersiapkan upacara Jumeneng Dalem, yang akan menjadi puncak prosesi adat dan pengukuhan posisi PB XIV. “Ini menjadi simbol penting dalam menjaga kelestarian adat dan budaya Jawa. Kami ingin memastikan Keraton Surakarta tetap menjadi pusat kebudayaan yang kokoh,” pungkas Gusti Moeng.

Diolah dari laporan Media Indonesia.




⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com