ZONAUTARA.com – Microsleep, atau tidur singkat yang berlangsung hanya beberapa detik, berisiko menyebabkan kecelakaan fatal saat berkendara. Fenomena ini sering kali tidak disadari oleh pengemudi, namun memiliki konsekuensi yang sangat serius.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan kasus microsleep terjadi ketika seseorang sedang melakukan aktivitas monoton, seperti menyetir dalam waktu lama atau berada di situasi jalan tol yang lurus. Hal ini dapat mengakibatkan hilangnya konsentrasi sesaat yang berisiko fatal.
Dr. James Kane, seorang ahli neurologi, menjelaskan, “Microsleep adalah saat otak kita tertidur meskipun kita secara fisik terjaga. Ini bisa terjadi kapan saja tanpa peringatan.”
Faktor-faktor seperti kurang tidur, kelelahan, dan situasi berkendara yang membosankan dapat meningkatkan risiko terjadinya microsleep. Oleh karena itu, para pihak terkait menghimbau agar pengemudi selalu memastikan kondisi tubuh yang cukup istirahat sebelum mengemudi.
Kesadaran akan bahaya microsleep ini sangat penting, terutama bagi mereka yang sering melakukan perjalanan jauh. Memahami tanda-tanda microsleep dan mengambil langkah pencegahan dapat menyelamatkan nyawa.
Diolah dari laporan Tirto.id.

