Kontroversi Jersi Haiti untuk Piala Dunia 2026

Kontroversi jersi Haiti untuk Piala Dunia 2026 karena FIFA meminta menghapus ilustrasi Pertempuran Vertières yang dinilai politis.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Tirto.id

ZONAUTARA.com – Pada malam 18 November 2025, ibu kota Haiti, Port-au-Prince, berubah menjadi pusat perayaan. Warga kota turun ke jalan dengan nyanyian dan tarian untuk merayakan kemenangan tim nasional Haiti atas Nikaragua dengan skor 2-0 dalam pertandingan di Curaçao. Kemenangan ini memastikan Haiti lolos ke Piala Dunia 2026, penampilan kedua mereka setelah 52 tahun. Ironisnya, sepanjang kualifikasi tim nasional terpaksa bertanding di luar Haiti karena ibu kotanya dikuasai geng bersenjata.

Kemenangan pada 18 November memiliki makna khusus karena bertepatan dengan Peringatan Pertempuran Vertières 1803, pertempuran penting yang menandai kemerdekaan Haiti. Untuk mengenang sejarah tersebut, sebuah ilustrasi Pertempuran Vertières disematkan pada bagian bawah jersi tim nasional Haiti untuk Piala Dunia 2026. Namun, FIFA meminta agar elemen tersebut dihapus karena dianggap mengandung pesan politik, agama, atau pribadi.

Kemunculan jersi ini juga memicu perdebatan di media sosial karena desainnya yang dianggap mirip dengan bendera Polandia. Namun, seorang kolektor kaos di platform X menjelaskan bahwa warna pada jersi tersebut adalah biru muda, bukan putih. Untuk meredakan kontroversi jelang turnamen, produsen jersi, Saeta asal Kolombia, memutuskan untuk mengubah desainnya.

Poleks terjadi pula di bidang olahraga lain terhadap ilustrasi Pertempuran Vertières. Komite Olimpiade Internasional sebelumnya menolak desain jersi tim ski musim dingin Haiti di Milan yang menampilkan ilustrasi serupa. Hubungan historis antara Polandia dan Haiti memberikan konteks lebih dalam mengenai kontroversi ini, mengingat keterlibatan tentara Polandia dalam konflik perebutan Haiti pada masa lalu.

Sebagai catatan sejarah, akhir abad ke-18 ditandai dengan terpecahnya Polandia oleh Rusia, Prusia, dan Austria yang menyebabkan exodus patriot Polandia. Di bawah Jenderal Jan Henryk Dąbrowski, mereka membantu Prancis dalam Revolusi, termasuk menghadapi pemberontakan budak di Saint-Domingue (sekarang Haiti) yang dipimpin oleh Toussaint Louverture. Ironisnya, upaya pembalasan jasa kepada Polandia dari Prancis tidak pernah terwujud, hingga akhirnya pasukan mereka menjadi bagian dari ekspedisi melawan revolusi budak di Koloni Prancis itu.




Diolah dari laporan Tirto.id.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com