ZONAUTARA.com – Untuk pertama kalinya, para ilmuwan di Australia mendeteksi keberadaan galur flu burung H5, yang sangat menular. Kementerian Pertanian Australia, melalui Menteri Julie Collins, mengonfirmasi bahwa galur tersebut ditemukan pada burung laut migran brown skua di wilayah terpencil Australia Barat. Hasil tersebut telah dikonfirmasi oleh badan sains nasional setempat.
Selain itu, sampel dari seekor giant petrel yang ditemukan di kawasan yang sama juga menunjukkan hasil yang diduga positif. Australia sebelumnya menjadi satu-satunya benua yang belum terpengaruh oleh galur flu burung H5, yang telah merusak populasi unggas dan burung liar di tempat lain.
“Meskipun mengecewakan, hal ini bukanlah sesuatu yang tidak terduga, mengingat penyebaran flu burung H5 yang sudah mendunia. Saya dapat mengonfirmasi bahwa hingga saat ini masih belum ada bukti adanya kematian massal, begitu pula tidak ada bukti infeksi pada unggas apa pun,” ujar Collins, dikutip dari CNA.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan kekhawatirannya terkait deteksi kasus ini dan menyebut pihaknya tengah mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan penyebarannya. “Ini adalah sesuatu yang terjadi melalui burung-burung migran, dan secara definisi telah terjadi di seluruh dunia, dan inilah mengapa kami bersiap menghadapi hal ini,” ujarnya.
Penyakit mematikan ini dikhawatirkan akan memperbesar risiko kepunahan fauna Australia, yang banyak di antaranya hanya dapat ditemukan di benua tersebut. Komisioner Spesies Terancam Punah Australia Fiona Fraser menyebut ada 35 spesies yang terancam, termasuk Tasmanian devil, angsa hitam, penguin kecil, dan singa laut Australia. “Sangat jelas bahwa hal ini dapat membawa dampak pada tingkat populasi untuk spesies-spesies kami,” ujar Fraser.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

