ZONAUTARA.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi merilis pedoman komprehensif terbaru untuk penanganan penyakit yang disebabkan oleh Filovirus, yang mencakup virus Ebola dan Marburg. Langkah ini diambil guna memperkuat kesiapsiagaan global menghadapi wabah dengan tingkat fatalitas kasus yang dalam beberapa kasus dapat mencapai 90%.
Pedoman tersebut bertujuan sebagai standar emas bagi tenaga medis, otoritas kesehatan masyarakat, dan pengambil kebijakan global. Fokusnya termasuk deteksi dini, perawatan klinis optimal, serta pengendalian infeksi yang ketat untuk memutus rantai penularan di komunitas maupun fasilitas kesehatan.
Dalam dokumen terbaru ini, WHO menekankan penggunaan terapi antibodi monoklonal yang telah disetujui untuk Ebola sebagai standar perawatan di wilayah yang memiliki akses terhadap obat tersebut. Selain itu, WHO merekomendasikan perawatan suportif dini yang agresif dan penggunaan alat pelindung diri dengan protokol ketat di fasilitas kesehatan.
Belajar dari wabah di Afrika Barat dan Republik Demokratik Kongo, WHO menekankan pentingnya kepercayaan masyarakat untuk keberhasilan penanganan wabah. Pedoman ini mencakup prosedur pemakaman yang aman dan edukasi mengenai risiko penularan tanpa stigma.
Untuk negara di luar wilayah endemik, WHO menyarankan peningkatan kapasitas laboratorium untuk deteksi molekuler dan pelatihan di pintu masuk negara. Deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah penyebaran lintas batas yang berpotensi jadi pandemi baru.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

