ZONAUTARA.com – Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, tengah menghadapi tekanan berat untuk mundur setelah kemenangan Andy Burnham dalam pemilihan sela di Makerfield, Greater Manchester. Tekanan ini memicu desakan dari Partai Buruh agar Starmer segera mengumumkan jadwal pengunduran dirinya dari Downing Street.
Informasi yang diperoleh dari sumber partai menunjukkan bahwa Starmer tengah mempertimbangkan rencana ini setelah melakukan serangkaian diskusi intensif dengan sejumlah pihak termasuk menteri kabinet, penasihat senior, dan donor partai selama beberapa hari terakhir.
Meski masih menjalani akhir pekannya di Chequers bersama istrinya, Victoria Starmer, sejumlah tokoh senior Partai Buruh memperkirakan pernyataan resmi mengenai keputusannya dapat disampaikan paling cepat hari Senin.
Seorang anggota House of Lords yang dekat dengan Starmer menyebut bahwa perdana menteri ingin memastikan transisi berlangsung secara teratur. “Dia tidak akan begitu saja meninggalkan Downing Street dan menciptakan kekosongan. Dia akan mengatur langkah mundur yang perlahan dan tertata, sebagai bentuk tanggung jawab dan martabat,” ujar sumber tersebut kepada The Observer, Minggu (21/6/2026).
Tokoh senior lainnya menyiratkan bahwa Starmer kini menerima kondisi politik saat ini dimana dukungan terhadapnya menurun drastis. “Dia berhadapan langsung dengan kenyataan bahwa dukungan itu sudah tidak ada lagi,” tambah sumber tersebut, mengacu pada pernyataan Boris Johnson, “Ketika kawanan bergerak, mereka bergerak.”
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

