ZONAUTARA.com – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan analisisnya mengenai fenomena bertambahnya jumlah orang miskin di Indonesia, meskipun pertumbuhan ekonomi mencapai angka 5%. Hal ini merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai kesejahteraan rakyat yang tidak meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.
Dalam keterangannya, Luhut menyebutkan bahwa kenaikan harga menjadi salah satu faktor penyebab masalah tersebut. “Ya itu terjadi bisa mungkin karena kenaikan harga. Kita ada datanya, saya nggak ingat. Dewan Ekonomi sudah menghitung mengenai itu,” ujar Luhut di kantornya, Jakarta Pusat, pada Rabu (24/6/2026).
Luhut menambahkan pentingnya pemerintah memastikan program berjalan lebih efisien untuk menghindari kebocoran. Menurutnya, jika efisiensi diperhatikan, pertumbuhan ekonomi yang baik seharusnya dapat tercapai. “Kalau ekonomi itu akan tumbuh, bagus. Kita kan harus perhatikan efisiensi. Efisiensi juga tadi target semua yang kita kerjakan,” katanya.
Dia juga menggarisbawahi pentingnya memanfaatkan bonus demografi yang menurutnya akan berakhir dalam 10 tahun ke depan. “Kemudian kita juga harus betul-betul menyadari semua bersama bahwa bonus demografi itu akan habis 10 tahun dari sekarang. Jadi kalau kita tidak bekerja dengan baik, maka 2045 itu nanti sulit tercapai,” tambah Luhut.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengungkapkan keheranannya atas data yang menunjukkan peningkatan kemiskinan meskipun negara diklaim lebih kaya. Dia menyebut hal tersebut sebagai anomali, karena selama tujuh tahun terakhir ekonomi tumbuh 5% setiap tahun, namun kesejahteraan rakyat justru menurun.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

